<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Kubah Masjid :: CV MICRO</title>
	<atom:link href="http://cvmicro2000.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cvmicro2000.com</link>
	<description>Menerima pembuatan kubah masjid ,Makhara Steenlist Steel, Lafal Allah atau Muhammad berhias lampu selang ( sesuai permintaan desain)</description>
	<pubDate>Sat, 25 Jul 2009 02:01:59 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Kubah Simbol Kebesaran Islam</title>
		<link>http://cvmicro2000.com/kubah-simbol-kebesaran-islam/</link>
		<comments>http://cvmicro2000.com/kubah-simbol-kebesaran-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2009 02:01:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Faizal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[wawasan kubah]]></category>

		<category><![CDATA[Kubah Masjid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cvmicro2000.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[Megah dan indah. Pesona itulah yang terpancar dari sebuah bangunan  masjid berkubah . Sebagai salah satu komponen arsitektur masjid, sejatinya kubah tak sekedar menampilkan kemegahan dan keindahan belaka. Lebih dari itu, kubah juga memiliki fungsi sebagai penanda arah kiblat dari bagian luar dan menerangi bagian interior masjid.
Dalam tulisan berjudul A review of Mosque Architecture, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Megah dan indah. Pesona itulah yang terpancar dari sebuah bangunan <a title="Permanent Link to Pembuatan Kubah Masjid" rel="bookmark" href="http://cvmicro2000.com/pembuatan-kubah-masjid/"> masjid berkubah </a>. Sebagai salah satu komponen arsitektur masjid, sejatinya kubah tak sekedar menampilkan kemegahan dan keindahan belaka. Lebih dari itu, kubah juga memiliki fungsi sebagai penanda arah kiblat dari bagian luar dan menerangi bagian interior masjid.</p>
<p>Dalam tulisan berjudul A review of Mosque Architecture, Foundation for Science Technology Civilisation (FSTC) mengungkapkan, keberadaan kubah dalam arsitektur Islam paling tidak memiliki dua interpretasi simbolik. Yakni, merepresentasikan kubah surga dan menjadi semacam simbol kekuasaan dan kebesaran Tuhan.</p>
<p>Seperti halnya menara dan mihrab, secara historis kubah belum dikenal pada masa Rasulullah SAW. Arsitektur terkemuka, Prof K Cresswell dalam Early Muslim Architecture menyatakan bahwa pada desain awal masjid Madinah sama sekali belum mengenal kubah. Dalam rekonstruksi arsitekturnya, Cresswell menunjukkan betapa sederhananya masjid yang dibangun Nabi Muhammad SAW.<span id="more-73"></span></p>
<p>Arsitektur awal masjid Rasul berbentuk segi empat dengan dinding sebagai pembatas sekelilingnya. Di sepanjang bagian dalam dinding tersebut dibuat semacam serambi yang langsung berhubungan dengan lapangan terbuka yang berada di tengahnya. Seiring berkembangnya teknologi arsitektur, maka kubah pun muncul sebagai penutup bangunan masjid.</p>
<p><a title="Permanent Link to Pembuatan Kubah Masjid" rel="bookmark" href="http://cvmicro2000.com/pembuatan-kubah-masjid/">Kubah </a>memang bukan berasal dan berakar dari arsitektur Islam. Itu karena memang ajaran Islam tidak membawa secara langsung tradisi budaya fisik atau Islam tidak mengajarkan secara konkrit tata bentuk arsitektur. Islam memberi kesempatan kepada umatnya untuk menentukan pilihan-pilihan fisiknya pada akal-budi.<br />
Hampir semua kebudayaan mengenal dan memiliki kubah. Dari masa ke masa bentuk kubah selalu berubah-ubah. Konon, peradaban pertama yang mengenal dan menggunakan kubah adalah bangsa Mesopotamia sejak 6000 tahun yang lalu. Pada abad ke-14 SM, di Mycenaean Greeks sudah ditemukan bangunan makam berbentuk kubah (tholos tombs).</p>
<p>Namun, ada pula yang menyatakan bahwa kubah mulai muncul pada masa Imperium Romawi, sekitar tahun 100 M. Salah satu buktinya adalah bangunan pantheon (kuil) di kota Roma yang dibangun Raja Hadria pada 118 M - 128 M. Penggunaan kubah tercatat mulai berkembang pesat di periode awal masa Kristen.</p>
<p>Struktur dan bentang kubah pada waktu itu tak terlalu besar, seperti terdapat pada bangunan Santa Costanza di Roma. Pada era kekuasaan Bizantium, Kaisar Justinian juga telah membangun kubah kuno yang megah. Pada tahun 500 M, dia menggunakan kubah pada bangunan Hagia Spohia di Konstantinopel.</p>
<p>Lalu sejak kapan Islam mulai menggunakan kubah pada arsitektur masjid? Secara historis dan arkeologis, kubah pertama dalam arsitektur Islam ditemukan di Kubah Batu (Dome of Rock) atau yang biasa dikenal sebagai Masjid Umar di Yerusalem. Kubah Batu dibangun sekitar tahun 685 M sampai 691 M.</p>
<p>Interior Kubah Batu dihiasi dengan arabesk - hiasan berbentuk geometris, tanaman rambatan dan ornamen kaligrafi. Unsur hiasan sempat menjadi ciri khas arsitektur Islam sejak abad ke-7 M. Hingga kini, kaligrafi masih menjadi ornamen yang menghiasi interior bangunan sebuah masjid.</p>
<p>Sejak saat itulah, para arsitek Islam terus mengembangkan beragam gaya kubah pada masjid yang dibangunnya. Pada abad ke-12 M, di Kairo kubah menjadi semacam lambang arsitektur nasional Mesir dalam struktur masyarakat Islam. Dari masa ke masa bentuk kubah pada masjid juga terus berubah mengikuti perkembangan teknologi.</p>
<p>Ketika Islam menyebar dan berinteraksi dengan budaya dan peradaban lain, para arsitek Islam tampaknya tidak segan-segan untuk mengambil pilihan-pilihan bentuk yang sudah ada, termasuk teknik dan cara membangun yang memang sudah dimiliki oleh masyarakat setempat tersebut.</p>
<p>Tak heran, jika bentuk kubah masjid pun terbilang beragam, sesuai dengan budaya dan tempat masyarakat Muslim tinggal. Hampir di setiap negara berpenduduk Muslim memiliki masjid berkubah. Di antara masjid berkubah yang terkenal antara lain; Masjid Biru di Istanbul Turki, Taj Mahal di Agra India, Kubah Batu di Yerusalem, dan lainnya.</p>
<p>Secara umum, kubah berbentuk seperti separuh bola atau seperti kerucut yang permukaannya melengkung keluar. Berdasarkan bentuknya, dalam dunia arsitektur dikenal ada &#8216;kubah piring&#8217;, karena puncak yang rendah dan dasar yang besar.</p>
<p>Selain itu, ada pula &#8216;kubah bawang&#8217;, karena hampir menyerupai bentuk bawang. Kubah biasanya akan diletakkan pada tempat tertinggi di atas bangunan, berfungsi sebagai atap. Ada pula yang ditempatkan di atas rangka bangunan petak dengan menggunakan singgah kubah.</p>
<p>Kubah juga biasa dianggap seperti gerbang yang diputarkan pada rangka penyangganya. Ini bermakna bahwa kubah mempunyai kekuatan struktur yang besar, laiknya jembatan gerbang tertekan. Pada awalnya, kubah dibangun dari batu bata atau beton. Seiring berkembangnya teknologi, kubah masjid pun dibentuk dari bahan alumunium.</p>
<p>Di era modern, para arsitektur sudah memperkenalkan bentuk kubah geodesi. Kubah ini berbentuk hemisfer dan menggunakan kekisi sebagai rangka, menjadikannya lebih ringan. Perkembangan teknologi juga memungkinkan penggunaan cermin dan plastik sebagai padatan. Kini keberadaan kubah pada bangunan masjid telah bergeser dari tuntutan fungsional &#8212; keinginan untuk membentuk struktur bentang lebar pada ruang masjid - menjadi ciri dan simbol peradaban Islam yang ditempatkan pada bangunan masjid.</p>
<p>Kehadiran kubah pada bangunan masjid-masjid di Indonesia terbilang masih baru. Atap kubah baru hadir di Indonesia pada akhir abad ke-19 M. Itu berarti, selama lima abad lamanya, bangunan masjid di Nusantara tak menggunakan atap. Bahkan di Jawa, atap masjid berkubah baru muncul pada pertengahan abad ke-20 M.</p>
<p>Kubah merupakan elemen yang dapat menghadirkan ruang positif yang besar pada suatu bangunan. Ruang positif yang dihadirkan kubah pada bangunan masjid membuat orang yang berada di dalamnya akan merasa leluasa. Selain menghadirkan kesan megah, keberadaan kubah juga dapat membuat orang yang beribadah di masjid merasa kecil di hadapan kebesaran Tuhan yang menciptakannya.</p>
<p>Cikal Bakal Masjid Berkubah</p>
<p>Kubah Batu atau Dome of The Rock adalah salah satu bangunan suci umat Islam. Masjid berkubah pertama itu berada di tengah kompleks Al-Haram asy-Syarif yang terletak di sebelah timur di dalam Kota Lama Yerusalem (Baitul Maqdis). Masjid itu berkubah keemasan. Sedangkan Masjid Al-Aqsa yang berkubah biru berada pada sisi tenggara Al-Haram asy-Syarif menghadap arah kiblat (kota Mekkah). Pembangunan masjid itu dimulai ketika Yerusalem jatuh ke dalam kekuasaan Islam pada era Khalifah Umar bin Khattab. Tak heran, jika masjid itu disebut Masjid Umar.</p>
<p>Adalah Khalifah Abdul Malik bin Marwan yang memprakarsai pembangunan Kubah Batu pada tahun 66 H/685 M dan selesai tahun 72 H/691 M. Pembangunan masjid itu sepenuhnya dikerjakan dua orang arsitek Muslim yakni Raja&#8217; bin Hayat dari Bitsan dan Yazid bin Salam dari Yerusalem. Keduanya dari Palestina. Bangunan Kubah Batu terdiri dari tiga tingkatan. Tingkatan pertama dan kedua tingginya mencapai 35,3 meter. Secara keseluruhan, tinggi masjid itu mencapai 39,3 meter. Keadaan ruang di dalamnya terdiri tiga koridor yang sejajar melingkari batu (sakhrah). Koridor bagian dalam merupakan lantai thawaf yang langsung mengelilingi batu seperti tempat thawaf di Masjidil Haram.</p>
<p>Di dalamnya dipenuhi ukiran-ukiran model Bizantium. Di dalamnya terdapat mihrab-mihrab besar jumlahnya 13 buah dan masing-masing mihrab terdiri dari 104 mihrab kecil. Untuk memasukinya ada empat pintu gerbang besar yang masing-masing dilengkapi atap. Bentuk kubahnya banyak dipengaruhi arsitektur Bizantium. Sejarawan Al-Maqdisi menuturkan bahwa biaya pembangunan masjid itu mencapai 100 ribu koin emas dinar. Di dalam masjid itu terdapat batu atau sakhrah berukuran 56 x 42 kaki. Di bawah sakhrah terdapat gua segi empat yang luasnya 4,5 meter x 4,5 meter dan tingginya 1,5 meter.</p>
<p>Pada atap gua terdapat lubang seluas satu meter. Batu tersebut disebut sakhrah mukadassah (batu suci). Di batu tersebut Nabi Muhammad melakukan mi&#8217;raj dan sebagai saksi peristiwa tersebut maka dibangunlah Kubah Sakhrah di atasnya. Menurut literatur Islam, nilai kesucian sakhrah sama dengan Hajar Aswad (batu hitam).</p>
<p>Beragam Bentuk Kubah Masjid</p>
<p>Bentuk kubah masjid sangat beragam, terutama menyangkut proporsinya. Secara umum, bangunan masjid berkubah paling mudah ditemukan di sekitar wilayah Iran dan Asia Tengah, Turki, Mesir, serta India subkontinen. Pada awalnya, kubah relatif jarang ditemukan di tanah Arab, Afrika, Eropa, termasuk Asia. Namun, kini bangunan masjid baru dan modern di kawasan itu sudah menggunakan kubah.</p>
<p>Di wilayah Afrika Utara, seperti Maroko, Fez dan Tunisia, bentuk kubah masjidnya berbentuk menekan, bulat rendah. Sedangkan di Mesir bentuk kubahnya berbentuk setengah oval yang disebut al-ihliji (eliptis, berbentuk bulat panjang) seperti lengkung telur - lebih dari setengah lingkaran. Selain itu, bangunan masjid di Mesir juga banyak juga yang berbentuk silinder (ustuwani) serta berbentuk kerucut (makhrut). Sementara itu, di kawasan Persia, kubah masjidnya berbentuk bawang, lancip ke atas.</p>
<p>Sedangkan, kubah masjid di India agak bulat dan ada juga yang berbentuk kubah Persia. Di Turki, bentuk kubah masjidnya masih kental bernuansa Bizantium. Bentuk kubah bergaya Bizantium juga menyebar di kawasan Balkan yang dulunya dikuasai Turki. Di Indonesia, bentuk kubah masjid juga terbilang beragam. Ada yang berbentuk bulat dan ada pula yang berbentuk joglo, seperti kubah masjid di Jawa. Bahkan, di Sumatera Barat banyak ditemukan kubah masjid berbentuk tanduk kerbau.</p>
<p>Penulis : heri ruslan<br />
REPUBLIKA - Selasa, 04 Maret 2008</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cvmicro2000.com/kubah-simbol-kebesaran-islam/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Nabi Sulaiman Dengan Kubah Ajaib</title>
		<link>http://cvmicro2000.com/nabi-sulaiman-dengan-kubah-ajaib/</link>
		<comments>http://cvmicro2000.com/nabi-sulaiman-dengan-kubah-ajaib/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2009 02:11:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Faizal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[wawasan islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cvmicro2000.com/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu hari Nabi Allah Sulaiman telah menerima wahyu daripada Allah supaya pergi ke tepi pantai untuk menyaksikan suatu benda yang ajaib yang akan ditunjukkan kepada Nabi Sulaiman. Setelah bersiap sedia, Nabi Sulaiman berangkat ke tepi pantai yang di nyatakan di dalam wahyu. Baginda di iringi oleh kaum jin, manusia dan binatang.
Setibanya di pantai, Nabi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada suatu hari Nabi Allah Sulaiman telah menerima wahyu daripada Allah supaya pergi ke tepi pantai untuk menyaksikan suatu benda yang ajaib yang akan ditunjukkan kepada Nabi Sulaiman. Setelah bersiap sedia, Nabi Sulaiman berangkat ke tepi pantai yang di nyatakan di dalam wahyu. Baginda di iringi oleh kaum jin, manusia dan binatang.</p>
<p>Setibanya di pantai, Nabi Sulaiman terus mengintai- ngintai untuk mencari sesuatu seperti yang dikatakan oleh Allah. Setelah lama mencari ,baginda belum lagi menjumpai apa-apa. Kata salah seorang daripada mereka &#8220;Mungkin tersalah tempat&#8221;. Tetapi baginda menjawab &#8220;Tidak, di sinilah tempatnya&#8221;. Nabi Sulaiman mengarahkan Jin Ifrit supaya menyelam kedalam laut untuk meninjau apa-apa yang pelik atau ajaib. Jin Ifrit menyelam agak lama juga barulah ia kembali kepada Nabi Sulaiman dan memaklumkan bahawa dia tidak menjumpai apa-apa benda yang ajaib. Tanya Nabi Sulaiman &#8220;Apakah kamu menyelam sehingga dasar laut&#8221; Jawab Jin Ifrit &#8220;Tidak&#8221;. Nabi Sulaiman pun mengarahkan Jin Ifrit yang kedua supaya menyelam sehingga ke dasar laut. Setelah puas menyelam dan mencari benda-benda yang di katakan oleh Nabi Sulaiman, Jin Ifrit yang kedua juga tidak menjumpai apa-apa yang ajaib dan ia melaporkan kepada Nabi Sulaiman.<span id="more-74"></span></p>
<p>Perdana Menterinya yang bernama Asif bin Barkhiya telah berbisik ke telinga Nabi Sulaiman dan memohon kebenaran untuk menolongnya. Setelah mendapat izin Nabi Sulaiman, dia membaca sesuatu dan terus menyelam ke dalam laut. Tidak lama kemudian Asif menjumpai sebuah kubah yang sangant cantik. Kubah tersebut mempunyai empat penjuru, setiap penjuru mempunyai pintu. Pintu pertama diperbuat daripada mutiara, pintu kedua diperbuat daripada zamrud berwarna merah, pintu ketiga diperbuat daripada jauhar dan pintu keempat diperbuat daripada zabarjad. Pintu-pintu tersebut terbuka luas, tetapi yang peliknya air tidak masuk kedalam kubah tersebut walaupun pintunya terbuka luas.</p>
<p>Dengan kuasa yang diberikah oleh Allah, Asif dapat membawa kubah tersebut naik ke darat dan diletakkan di hadapan Nabi Sulaiman. Nabi Sulaiman melihat kubah tersebut dengan penuh takjub di atas kebesaran Allah. Baginda berangkat untuk melihat kubah tersebut, setelah menjenguk ke dalam di dapati ada seorang pemuda berada di dalamnya. Pemuda tersebut masih belum sedar walaupun kubahnya telah diangkat ke darat kerana asyik bermunajah kepada Allah. Nabi Sulaiman memberi salam kepada pemuda tersebut. Pemuda tersebut menyambut salam dengan perasaan terkejutnya apabila melihat orang ramai sedang berada disitu. Nabi Sulaiman memperkenalkan dirinya kepada pemuda itu bahawa beliau adalah Nabi Allah Sulaiman. Pemuda itu bertanya &#8220;Dari manakan mereka ini dan bagaimana mereka datang?&#8221;. Pemuda itu merasa kehairan dan setelah menjenguk keluar dia mendapati bahawa kubahnya telah berada di darat. Nabi Sulaiman memberitahu pemuda itu bahawa mereka datang kerana diperintahkan oleh Allah untuk melihat keajaiban yang dikurniakan Allah kepadanya.</p>
<p>Setelah mendapat izin dari pemuda itu Nabi Sulaiman meninjau ke dalamnya untuk melihat benda yang ajaib yang dihiasi di dalamnya. Keindahan yang terdapat di dalam kubah itu sungguh menakjubkan. Nabi Sulaiman bertanya kepada pemuda tersebut bagaimana dia boleh berada di dalam kubah ini yang terletak di dasar laut. Pemuda tersebut menceritakan bahawa dia telah berkhidmat kepada kedua ibu bapanya selama 70 tahun. Bapanya seorang yang lumpuh manakala ibunya pula seorang yang buta. Suatu hari ketika ibunya hendak meninggal dunia, ibunya memanggilnya dan memaklumkan bahawa ibunya telah rela diatas khidmat yang diberikan olehnya. Ibunya berdoa kepada Allah supaya anaknya dipanjangkan umur dan sentiasa taat kepada Allah. Setelah ibunya meninggal dunia, tidak lama kemudian bapanya pula meninggal dunia. Sebelum bapanya meninggal dunia, bapanya juga telah memanggilnya dan memaklumkan bahawa dia juga telah rela diatas khidmat yang diberkan olehnya. Bapanya telah berdoa sebelum meninggal dunia supaya anaknya di letakkan di suatu tempat yang tidak dapat diganggu oleh syaitan.</p>
<p>Doa kedua dua orang tuanya telah dimakbulkan oleh Alllah. Pada sutau hari ketika pemuda tersebut bersiar-siar di tepi pantai ia terlihat sebuah kubah yang sedang terapung-apung di tepi pantai. Ketika pemuda tadi menghampiri kubah tersebut . Ada suara menyeru supaya pemuda itu masuk ke dalam kubah tersebut. Sebaik sahaja ia masuk kubah dan meninjau di dalamnya tiba-tiba ia bergerak dengan pantas dan tenggelam ke dasar laut. Tidak lama kemudian muncul satu lembaga seraya memperkenalkan bahawa dia adalah malaikat yang di utuskan Allah. Malaikat itu memaklumkan bahawa kubah itu adalah kurniaan Allah kerana khidmatnya kepada orang tuannya dan beliau boleh tinggal di dalamnya selama mana dia suka, segala makan dan minum akan dihidangkan pada bila-bila masa ia memerlukannya. Malaikat itu memaklumkan bahawa dia diperintahkah Allah untuk membawa kubah tersebut ke dasar laut. Semenjak dari itu pemuda tersebut terus bermunajah kepada Allah sehingga hari ini.</p>
<p>Nabi Sulaiman bertanya kepada pemuda itu &#8220;Berapa lamakah kamu berada di dalam kubah ini&#8221; Pemuda itu menjawab &#8220;Saya tidak menghitungnya tepapi ia mula memasukkinya semasa pemerintahan Nabi Allah Ibrahim a.s lagi&#8221;. Nabi Sulaiman menghitung &#8220;. Ini bermakna kamu telah berada didalam kubah ini selama dua ribu empat ratus tahun&#8221;. Nabi Sulaiman berkata &#8220;Rupa mu tidak berubah malah sentiada muda walaupun sudah dua ribu empat ratus tahun lamanya&#8221;. Nabi Sulaiman bertanya pemuda itu samada dia mahu pulang bersamanya&#8221;. Jawab pemuda tadi &#8220;Nikmat apa lagi yang harus aku pinta selain daripada nikmat yang dikurniakan oleh Allah kepada ku ini&#8221;. Nabi Sulaiman bertanya&#8221;Adakah kamu ingin pulang ke tempat asal mu&#8221; Jawab pemuda itu &#8220;Ya, silalah hantar aku ke tempat asalku&#8221;. Nasi Sulaiman pun memerintahkan Perdana Menterinya membawa kubah tersebut ketempat asalnya.</p>
<p>Setelah kubah tersebut diletakkan ketempat asal, Nabi Sulaiman berkata kepada kaumnya &#8220;Kamu semua telah melihat keajaiban yang dikurniakan oleh Allah. Lihatlah betapa besar balasan yang Allah berikan kepada orang yang taat kepada orang tuanya dan betapa siksanya orang yang menderhakan kepada kedua ibu bapanya&#8221;. Nabi Sulaiman pun berangkat pulang ketempatnya dan bersyukur kepada Allah Taala kerana telah memberi kesempatan kepadanya untuk menyaksikan perkara yang ajaib.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cvmicro2000.com/nabi-sulaiman-dengan-kubah-ajaib/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>masjid </title>
		<link>http://cvmicro2000.com/masjid/</link>
		<comments>http://cvmicro2000.com/masjid/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Jul 2009 08:58:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Faizal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[wawasan islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cvmicro2000.com/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[Fungsi keagamaan

[sunting] Ibadah


Artikel utama untuk bagian ini adalah: Shalat


Semua muslim yang telah baligh atau dewasa harus menunaikan shalat lima kali sehari. Walaupun beberapa masjid hanya dibuka pada hari Jumat, tapi masjid yang lainnya menjadi tempat shalat sehari-hari. Pada hari Jumat, semua muslim laki-laki yang telah dewasa diharuskan pergi ke masjid untuk menunaikan shalat ke masjid, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><span class="mw-headline">Fungsi keagamaan</span></h2>
<p><a id="Ibadah" name="Ibadah"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Ibadah" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Masjid&amp;action=edit&amp;section=7">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Ibadah</span></h3>
<dl>
<dd>
<div id="catmore" class="boilerplate"><a class="image" title="!" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Crystal_Clear_app_xmag.png"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" border="0" alt="!" width="20" height="20" /></a><em>Artikel utama untuk bagian ini adalah: <a title="Shalat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Shalat">Shalat</a></em></div>
</dd>
</dl>
<p>Semua muslim yang telah <em>baligh</em> atau dewasa harus menunaikan shalat lima kali sehari. Walaupun beberapa masjid hanya dibuka pada hari Jumat, tapi masjid yang lainnya menjadi tempat shalat sehari-hari. Pada hari Jumat, semua muslim laki-laki yang telah dewasa diharuskan pergi ke masjid untuk menunaikan shalat ke masjid, berdasarkan al-Jum&#8217;ah ayat 9:</p>
<p>?? ??? ????? ????? ??? ???? ????? ?? ??? ?????? ?????? ??? ??? ????yang berarti bahwa orang beriman, ketika mendengarkan <a class="mw-redirect" title="Azan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Azan">seruan</a> untuk menunaikan shalat Jumat agar bersegera ke masjid untuk mengingat <a title="Allah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Allah">Allah</a>.<sup id="cite_ref-teach-islam_12-0" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-teach-islam-12">[13]</a></sup></p>
<div class="thumb tleft">
<div class="thumbinner" style="width: 152px;"><a class="image" title="Umat Muslim sedang melakukan shalat di Masjid Umayyah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Mosque.Qibla.01.jpg"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/82/Mosque.Qibla.01.jpg/150px-Mosque.Qibla.01.jpg" border="0" alt="" width="150" height="113" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><a class="internal" title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Mosque.Qibla.01.jpg"><img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Umat Muslim sedang melakukan shalat di Masjid Umayyah</p></div>
</div>
</div>
<p>Shalat jenazah, biasanya juga diadakan di masjid. Shalat jenazah dilakukan untuk muslim yang telah meninggal, dengan dipimpin seorang imam. Shalat jenazah dilakukan di area sektar masjid.<sup id="cite_ref-13" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-13">[14]</a></sup> Ketika gerhana matahari muncul, kaum Muslimin juga mengadakan shalat khusuf untuk mengingat kebesaran Allah.<sup id="cite_ref-14" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-14">[15]</a></sup> Pada dua hari raya atau &#8216;<em>idain</em>,yaitu <a title="Idul Fitri" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Idul_Fitri">Idul Fitri</a> dan <a title="Idul Adha" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Idul_Adha">Idul Adha</a> umat Muslim juga melakukan shalat. Biasanya, beberapa masjid kecil di daerah <a title="Eropa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eropa">Eropa</a> atau <a title="Amerika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika">Amerika</a> akan menyewa sebuah gedung pertemuan untuk menyelenggarakan shalat &#8216;Id.<sup id="cite_ref-15" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-15">[16]</a></sup> Di <a title="Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a>, Shalat &#8216;Id biasa dilakukan di lapangan terbuka yang bersih dan masjid sekitar.</p>
<p><a id="Kegiatan_bulan_Ramadhan" name="Kegiatan_bulan_Ramadhan"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Kegiatan bulan Ramadhan" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Masjid&amp;action=edit&amp;section=8">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Kegiatan bulan Ramadhan</span></h3>
<p>Masjid, pada bulan Ramadhan, mengakomodasi umat Muslim untuk beribadah pada bulan <a class="mw-redirect" title="Ramadan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ramadan">Ramadan</a>. Biasanya, masjid akan sangat ramai di minggu pertama Ramadhan. Pada bulan Ramadhan, masjid-masjid biasanya menyelenggarakan acara pengajian yang amat diminati oleh masyarakat. Tradisi lainnya adalah menyediakan iftar, atau makanan buka puasa. Ada beberapa masjid yang juga menyediakan makanan untuk sahur. Masjid-masjid biasanya mengundang kaum fakir miskin untuk datang menikmati sahur atau iftar di masjid. Hal ini dilakukan sebagai amal shaleh pada bulan Ramadhan.<sup id="cite_ref-16" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-16">[17]</a></sup></p>
<p>Pada malam hari setelah shalat Isya digelar, umat Muslim disunahkan untuk melaksanakankan shalat Tarawih berjamaah di masjid. Setelah shalat Tarawih, ada beberapa orang yang akan membacakan Al-Qur&#8217;an.<sup id="cite_ref-teach-islam_12-1" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-teach-islam-12">[13]</a></sup> Pada sepuluh hari terakhir di bulan <a class="mw-redirect" title="Ramadan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ramadan">Ramadan</a>, masjid-masjid besar akan menyelenggarakan I&#8217;tikaf, yaitu sunnah <a class="mw-redirect" title="Nabi Muhammad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nabi_Muhammad">Nabi Muhammad</a> saw. untuk berdiam diri di Masjid ( mengkhususkan hari-hari terakhir ramadhan guna meningkatkan amal ibadah ) dan memperbanyak mengingat Allah swt. <sup id="cite_ref-teach-islam_12-2" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-teach-islam-12">[13]</a></sup></p>
<p><a id="Amal" name="Amal"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Amal" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Masjid&amp;action=edit&amp;section=9">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Amal</span></h3>
<p>Rukun ketiga dalam <a title="Rukun Islam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rukun_Islam">Rukun Islam</a> adalah <a title="Zakat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Zakat">zakat</a>. Setiap muslim yang mampu wajib menzakati hartanya sebanyak seperlima dari jumlah hartanya. Masjid, sebagai pusat dari komunitas umat Islam, menjadi tempat penyaluran zakat bagi yatim piatu dan fakir miskin. Pada saat <a title="Idul Fitri" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Idul_Fitri">Idul Fitri</a>, masjid menjadi tempat penyaluran zakat fitrah dan membentuk panitia amil zakat.</p>
<p>Panitia <a title="Zakat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Zakat">zakat</a>, biasanya di bentuk secara lokal oleh orang-orang atau para <a class="new" title="Jemaah (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jemaah&amp;action=edit&amp;redlink=1">jemaah</a> yang hidup di sekitar lingkungan masjid. Begitupula dalam pengelolaannya. Namun, untuk masjid-masjid besar, seperti di pusat kota, biasanya langsung ditangani oleh pemerintah kota (<a class="new" title="Pemkot (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pemkot&amp;action=edit&amp;redlink=1">pemkot</a>) atau pemerintah daerah (<a class="mw-redirect" title="Pemda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemda">pemda</a>).</p>
<p><a id="Fungsi_sosial" name="Fungsi_sosial"></a></p>
<h2><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Fungsi sosial" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Masjid&amp;action=edit&amp;section=10">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Fungsi sosial</span></h2>
<p><a id="Pusat_kegiatan_masyarakat" name="Pusat_kegiatan_masyarakat"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Pusat kegiatan masyarakat" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Masjid&amp;action=edit&amp;section=11">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Pusat kegiatan masyarakat</span></h3>
<p>Banyak pemimpin Muslim setelah wafatnya <a class="mw-redirect" title="Nabi Muhammad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nabi_Muhammad">Nabi Muhammad</a> saw, berlomba-lomba untuk membangun masjid. Seperti kota <a title="Mekkah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mekkah">Mekkah</a> dan <a title="Madinah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Madinah">Madinah</a> yang berdiri di sekitar <a title="Masjidil Haram" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masjidil_Haram">Masjidil Haram</a> dan <a title="Masjid Nabawi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Nabawi">Masjid Nabawi</a>, kota <a title="Karbala" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karbala">Karbala</a> juga dibangun di dekat makam <a class="new" title="Imam Husein (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Imam_Husein&amp;action=edit&amp;redlink=1">Imam Husein</a>. Kota <a class="mw-redirect" title="Isfahan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Isfahan">Isfahan</a>, <a title="Iran" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Iran">Iran</a> dikenal dengan Masjid Imam-nya yang menjadi pusat kegiatan masyarakat. Pada akhir abad ke-17, <a class="new" title="Syah Abbas I (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Syah_Abbas_I&amp;action=edit&amp;redlink=1">Syah Abbas I</a> dari <a class="new" title="Dinasti Safawi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dinasti_Safawi&amp;action=edit&amp;redlink=1">dinasti Safawi</a> di <a title="Iran" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Iran">Iran</a> merubah kota <a class="mw-redirect" title="Isfahan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Isfahan">Isfahan</a> menjadi salah satu kota terbagus di dunia dengan membangun Masjid Syah dan Masjid Syaikh Lutfallah di pusat kota. Ini menjadikan kota <a class="mw-redirect" title="Isfahan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Isfahan">Isfahan</a> memiliki lapangan pusat kota yang terbesar di dunia. Lapangan ini berfungsi sebagai pasar bahkan tempat <a title="Olahraga" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Olahraga">olahraga</a>.<sup id="cite_ref-17" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-17">[18]</a></sup></p>
<p>Masjid di daerah Amerika Serikat dibangun dengan sangat sering. Masjid biasa digunakan sebagai tempat perkumpulan umat Islam. Biasanya perkembangan jumlah masjid di daerah pinggiran kota, lebih besar dibanding di daerah kota. Masjid dibangun agak jauh dari pusat kota.<sup id="cite_ref-18" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-18">[19]</a></sup></p>
<p><a id="Pendidikan" name="Pendidikan"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Pendidikan" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Masjid&amp;action=edit&amp;section=12">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Pendidikan</span></h3>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width: 152px;"><a class="image" title="Madrasah Ulugh Beg, yang termasuk dalam kompleks masjid di Samarkand, Uzbekistan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Storks_samarkand.jpg"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/20/Storks_samarkand.jpg/150px-Storks_samarkand.jpg" border="0" alt="" width="150" height="128" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><a class="internal" title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Storks_samarkand.jpg"><img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Madrasah Ulugh Beg, yang termasuk dalam kompleks masjid di <a title="Samarkand" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Samarkand">Samarkand</a>, <a title="Uzbekistan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Uzbekistan">Uzbekistan</a></div>
</div>
</div>
<p>Fungsi utama masjid yang lainnya adalah sebagai tempat pendidikan. Beberapa masjid, terutama masjid yang didanai oleh pemerintah, biasanya menyediakan tempat belajar baik ilmu keislaman maupun ilmu umum. Sekolah ini memiliki tingkatan dari dasar sampai menengah, walaupun ada beberapa sekolah yang menyediakan tingkat tinggi. Beberapa masjid biasanya menyediakan pendidikan paruh waktu, biasanya setelah subuh, maupun pada sore hari. Pendidikan di masjid ditujukan untuk segala usia, dan mencakup seluruh pelajaran, mulai dari keislaman sampai <a class="mw-redirect" title="Sains" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sains">sains</a>. Selain itu, tujuan adanya pendidikan di masjid adalah untuk mendekatkan generasi muda kepada masjid. Pelajaran membaca <a class="mw-redirect" title="Qur'an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Qur%27an">Qur&#8217;an</a> dan <a title="Bahasa Arab" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Arab">bahasa Arab</a> sering sekali dijadikan pelajaran di beberapa negara berpenduduk Muslim di daerah luar Arab, termasuk <a title="Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a>. Kelas-kelas untuk <em>mualaf</em>, atau orang yang baru masuk Islam juga disediakan di masjid-masjid di <a title="Eropa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eropa">Eropa</a> dan <a title="Amerika Serikat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat">Amerika Serikat</a>, dimana perkembangan agama Islam melaju dengan sangat pesat.<sup id="cite_ref-19" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-19">[20]</a></sup> Beberapa masjid juga menyediakan pengajaran tentang hukum Islam secara mendalam. Madrasah, walaupun letaknya agak berpisah dari masjid, tapi tersedia bagi umat Islam untuk mempelajari ilmu keislaman.</p>
<p><a id="Kegiatan_dan_pengumpulan_dana" name="Kegiatan_dan_pengumpulan_dana"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Kegiatan dan pengumpulan dana" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Masjid&amp;action=edit&amp;section=13">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Kegiatan dan pengumpulan dana</span></h3>
<p>Masjid juga menjadi tempat kegiatan untuk mengumpulkan dana. Masjid juga sering mengadakan <a class="new" title="Bazar (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bazar&amp;action=edit&amp;redlink=1">bazar</a>, dimana umat Islam dapat membeli alat-alat ibadah maupun buku-buku Islam. Masjid juga menjadi tempat untuk akad <a class="mw-redirect" title="Nikah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nikah">nikah</a>, seperti tempat ibadah agama lainnya.</p>
<p>Masjid tanah liat di <a title="Djenné" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Djenn%C3%A9">Djenné</a>, <a title="Mali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mali">Mali</a>, secara tahunan mengadakan festival untuk merekonstruksi dan membenah ulang masjid.</p>
<p><a id="Masjid_dan_politik" name="Masjid_dan_politik"></a></p>
<h2><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Masjid dan politik" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Masjid&amp;action=edit&amp;section=14">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Masjid dan politik</span></h2>
<p>Di penghujung abad ke-20, peranan masjid sebagai tempat berpolitik mulai meningkat. Saat ini, partisipasi kepada masyarakat mulai menjadi agenda utama masjid-masjid di daerah <a title="Eropa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eropa">Barat</a>. Karena melihat masyarakat sekitar adalah penting, masjid-masjid digunakan sebagai tempat dialog dan diskusi damai antara umat Islam dengan non-Muslim.</p>
<p><a id="Bantuan" name="Bantuan"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Bantuan" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Masjid&amp;action=edit&amp;section=15">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Bantuan</span></h3>
<p>Negara yang dimana jumlah penduduk Muslimnya sangat sedikit, biasanya turut membantu dalam hal-hal masyarakat, seperti misalnya memberikan fasilitas pendaftaran pemilih untuk kepentingan pemilu.<sup id="cite_ref-tc_20-0" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-tc-20">[21]</a></sup> Pendaftaran pemilih ini melibatkan masyarakat Islam yang tinggal di sekitar Masjid. Beberapa masjid juga sering berpartisipasi dalam demonstrasi, penandatanganan <a class="new" title="Petisi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Petisi&amp;action=edit&amp;redlink=1">petisi</a>, dan kegiatan politik lainnya.<sup id="cite_ref-tc_20-1" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-tc-20">[21]</a></sup></p>
<p>Selain itu, peran masjid dalam dunia politik terlihat di bagian lain di dunia.<sup id="cite_ref-21" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-21">[22]</a></sup> Contohnya, pada kasus pemboman Masjid al-Askari di Irak. pada bulan <a title="Februari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Februari">Februari</a> <a title="2006" href="http://id.wikipedia.org/wiki/2006">2006</a> Imam-imam dan khatib di Masjid al-Askari menggunakan masjid sebagai tempat untuk menyeru pada kedamaian ditengah kerusuhan di <a title="Irak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Irak">Irak</a>.<sup id="cite_ref-22" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-22">[23]</a></sup></p>
<p><a id="Konflik_sosial" name="Konflik_sosial"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Konflik sosial" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Masjid&amp;action=edit&amp;section=16">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Konflik sosial</span></h3>
<p>Masjid terkadang menjadi sasaran kemarahan umat non-Muslim. Kadangkala kasus persengketan terjadi di beberapa daerah dimana umat Islam menjadi minoritas di daerah tersebut.</p>
<p>Sebagai contoh kongkrit adalah kasus di <a title="Masjid Babri" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Babri">Masjid Babri</a>. <a title="Masjid Babri" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Babri">Masjid Babri</a> yang terletak di <a title="Mumbai" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mumbai">Mumbai</a>, <a title="India" href="http://id.wikipedia.org/wiki/India">India</a> menjadi masalah sengketa lahan antara masyarakat penganut <a class="mw-redirect" title="Hindu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hindu">Hindu</a> dan masyarakat <a title="Muslim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muslim">Muslim</a>. Hal ini dikarenakan Masjid Babri berdiri di daerah keramat <a class="new" title="Mandir (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mandir&amp;action=edit&amp;redlink=1">Mandir</a>.<sup id="cite_ref-23" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-23">[24]</a></sup> Sebelum sebuah kesepakatan dibuat, masyarakat dan aktivis <a class="mw-redirect" title="Hindu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hindu">Hindu</a> berjumlah 75000 massa menghancurkan bangunan <a title="Masjid Babri" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Babri">Masjid Babri</a> pada <a title="6 Desember" href="http://id.wikipedia.org/wiki/6_Desember">6 Desember</a> <a title="1992" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1992">1992</a>.</p>
<p>Selain itu, masjid juga sering menjadi tempat pengejekan dan penyerbuan terhadap umat Muslim setelah terjadinya peristiwa <a title="11 September" href="http://id.wikipedia.org/wiki/11_September">11 September</a>.<sup id="cite_ref-24" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-24">[25]</a></sup> Lebih dari itu, Liga Yahudi diketahui berencana mengebom King Fahd Mosque di <a class="new" title="Culver City (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Culver_City&amp;action=edit&amp;redlink=1">Culver City</a>, <a title="California" href="http://id.wikipedia.org/wiki/California">California</a>.<sup id="cite_ref-25" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-25">[26]</a></sup> Masjid Hassan Bek di <a title="Palestina" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Palestina">Palestina</a> menjadi objek penyerbuan kaum <a title="Yahudi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yahudi">Yahudi</a> <a title="Israel" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Israel">Israel</a> kepada <a title="Muslim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muslim">Muslim</a> <a title="Bangsa Arab" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bangsa_Arab">Arab</a>.<sup id="cite_ref-26" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-26">[27]</a></sup><sup id="cite_ref-27" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-27">[28]</a></sup><sup id="cite_ref-28" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-28">[29]</a></sup></p>
<p><a id="Pengaruh_Saudi" name="Pengaruh_Saudi"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Pengaruh Saudi" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Masjid&amp;action=edit&amp;section=17">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Pengaruh Saudi</span></h3>
<dl>
<dd>
<div id="catmore" class="boilerplate"><a class="image" title="!" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Crystal_Clear_app_xmag.png"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" border="0" alt="!" width="20" height="20" /></a><em>Artikel utama untuk bagian ini adalah: <a class="mw-redirect" title="Wahabi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wahabi">Wahabi</a></em></div>
</dd>
</dl>
<p>Walaupun <a title="Arab Saudi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Arab_Saudi">Arab Saudi</a> telah berperan dalam membangun masjid sejak awal abad ke-20, tetapi pada pertengahan abad ke-20, <a title="Arab Saudi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Arab_Saudi">Arab Saudi</a> menjadi negara yang paling banyak mendukung atau mendonasikan pembangunan masjid di seluruh dunia.<sup id="cite_ref-money-trails_29-0" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-money-trails-29">[30]</a></sup> Pada awal 1980-an, pemerintah <a title="Arab Saudi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Arab_Saudi">Arab Saudi</a>, dibawah kepemimpinan <a title="Khaled" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Khaled">Khaled</a> dan <a title="Fahd" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fahd">Fahd</a> mendonasikan biaya untuk pembangunan masjid di beberapa bagian di dunia. Dana sebesar 45 miliar dolar telah dihabiskan untuk membangun masjid di seluruh dunia. Koran <em>Ainul Yaqin</em> di <a class="mw-redirect" title="Saudi Arabia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Saudi_Arabia">Saudi Arabia</a> mencatat bahwa pemerintah <a title="Arab Saudi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Arab_Saudi">Arab Saudi</a> telah membangun setidaknya 1500 masjid dan lebih dari 2000 pusat Islam di seluruh dunia.<sup id="cite_ref-30" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-30">[31]</a></sup> Di <a title="Amerika Serikat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat">Amerika Serikat</a> dan <a title="Italia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Italia">Italia</a>, masjid dan pusat pendidikan Islam telah berdiri di <a title="California" href="http://id.wikipedia.org/wiki/California">California</a> dan <a title="Roma" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Roma">Roma</a>. Proyek tersebut adalah investasi terbesar bagi pemerintah <a title="Arab Saudi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Arab_Saudi">Arab Saudi</a>.<sup id="cite_ref-money-trails_29-1" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-money-trails-29">[30]</a></sup><sup id="cite_ref-31" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-31">[32]</a></sup></p>
<p><a id="Arsitektur" name="Arsitektur"></a></p>
<h2><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Arsitektur" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Masjid&amp;action=edit&amp;section=18">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Arsitektur</span></h2>
<p><a id="Bentuk" name="Bentuk"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Bentuk" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Masjid&amp;action=edit&amp;section=19">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Bentuk</span></h3>
<p>Bentuk masjid telah diubah di beberapa bagian negara Islam di dunia. Gaya masjid terkenal yang sering dipakai adalah bentuk masjid Abbasi, bentuk T, dan bentuk kubah pusat di <a title="Anatolia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Anatolia">Anatolia</a>. Negara-negara yang kaya akan minyak biasanya membangun masjid yang megah dengan biaya yang besar dan pembangunannya dipimpin oleh arsitek non-Muslim yang dibantu oleh <a title="Arsitek" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Arsitek">arsitek</a> <a title="Muslim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muslim">Muslim</a>.</p>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width: 202px;"><a class="image" title="Masjid di Kobe, Jepang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Kobe-mosque.jpg"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/ad/Kobe-mosque.jpg/200px-Kobe-mosque.jpg" border="0" alt="" width="200" height="270" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><a class="internal" title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Kobe-mosque.jpg"><img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Masjid di <a class="mw-redirect" title="Kobe" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kobe">Kobe</a>, <a title="Jepang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jepang">Jepang</a></div>
</div>
</div>
<p><em>Arab-plan</em> atau <em>hypostyle</em> adalah bentuk-bentuk awal masjid yang sering dipakai dan dipelopori oleh <a title="Bani Umayyah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bani_Umayyah">Bani Umayyah</a>. Masjid ini berbentuk persegi ataupun persegi panjang yang dibangun pada sebuah dataran dengan halaman yang tertutup dan tempat ibadah di dalam. Halaman di masjid sering digunakan untuk menampung jamaah pada hari <a title="Jumat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jumat">Jumat</a>. Beberapa masjid berbentuk <em>hypostyle</em> ayau masjid yang berukuran besar, biasanya mempunyai atap datar diatasnya, dan digunakan untuk penopang tiang-tiang.<sup id="cite_ref-Masdjid1_0-4" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-Masdjid1-0">[1]</a></sup> Contoh masjid yang menggunakan bentuk <em>hypostyle</em> adalah Masjid Kordoba, di <a title="Kordoba" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kordoba">Kordoba</a>, yang dibangun dengan 850 tiang.<sup id="cite_ref-mit-handout_32-0" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-mit-handout-32">[33]</a></sup> Beberapa masjid bergaya <em>hypostyle</em> memiliki atap melengkung yang memberikan keteduhan bagi jamaah di masjid. Masjid bergaya <em>arab-plan</em> mulai dibangun pada masa <a class="mw-redirect" title="Abbasiyah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abbasiyah">Abbasiyah</a> dan <a class="mw-redirect" title="Umayyah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Umayyah">Umayyah</a>, tapi masjid bergaya <em>arab-plan</em> tidak terlalu disenangi.</p>
<p><a title="Kesultanan Utsmaniyah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Utsmaniyah">Kesultanan Utsmaniyah</a> kemudian memperkenalkan bentuk masjid dengan kubah di tengah pada abad ke-15 dan memiliki kubah yang besar, dimana kubah ini melingkupi sebagian besar area shalat. Beberapa kubah kecil juga ditambahkan di area luar tempat ibadah.<sup id="cite_ref-mit-vocab_33-0" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-mit-vocab-33">[34]</a></sup> Gaya ini sangat dipengaruhi oleh bangunan-bangunan dari <a class="mw-redirect" title="Kerajaan Romawi Timur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Romawi_Timur">Bizantium</a> yang menggunakan kubah besar.<sup id="cite_ref-Masdjid1_0-5" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-Masdjid1-0">[1]</a></sup></p>
<p>Masjid gaya <em>Iwan</em> juga dikenal dengan bagian masjid yang dikubah. Gaya ini diambil dari arsitektur Iran pra-Islam.</p>
<p><a id="Menara" name="Menara"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Menara" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Masjid&amp;action=edit&amp;section=20">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Menara</span></h3>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width: 202px;"><a class="image" title="Masjid Hassan II di Casablanca, mempunyai menara masjid tertinggi di dunia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Mosque-hassan-II.jpg"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/68/Mosque-hassan-II.jpg/200px-Mosque-hassan-II.jpg" border="0" alt="" width="200" height="150" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><a class="internal" title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Mosque-hassan-II.jpg"><img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Masjid Hassan II di <a title="Casablanca" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Casablanca">Casablanca</a>, mempunyai menara masjid tertinggi di dunia</div>
</div>
</div>
<p>Bentuk umum dari sebuah masjid adalah keberadaan menara. Menara di masjid biasanya tinggi dan berada di bagian pojok dari kompleks masjid. Menara masjid tertinggi di dunia berada di <a title="Masjid Hassan II" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Hassan_II">Masjid Hassan II</a>, <a title="Casablanca" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Casablanca">Casablanca</a>, <a title="Maroko" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Maroko">Maroko</a>.<sup id="cite_ref-34" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-34">[35]</a></sup></p>
<p>Masjid-masjid pada zaman Nabi Muhammad tidak memiliki menara, dan hal ini mulai diterapkan oleh pengikut ajaran <a class="mw-redirect" title="Wahabi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wahabi">Wahabiyyah</a>, yang melarang pembangunan menara dan menganggap menara tidak penting dalam kompleks masjid. Menara pertama kali dibangun di <a title="Basra" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Basra">Basra</a> pada tahun <a title="665" href="http://id.wikipedia.org/wiki/665">665</a> sewaktu pemerintahan <a title="Khalifah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Khalifah">khalifah</a> <a title="Bani Umayyah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bani_Umayyah">Bani Umayyah</a>, <a class="new" title="Muawiyah bin Abi Sofyan (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Muawiyah_bin_Abi_Sofyan&amp;action=edit&amp;redlink=1">Muawiyah I</a>. Muawiyah mendukung pembangunan menara masjid untuk menyaingi menara-menara lonceng di <a title="Gereja" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gereja">gereja</a>. Menara bertujuan sebagai tempat <a class="new" title="Muazin (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Muazin&amp;action=edit&amp;redlink=1">muazin</a> mengumandangkan <a class="mw-redirect" title="Azan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Azan">azan</a>.<sup id="cite_ref-Manara_35-0" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-Manara-35">[36]</a></sup></p>
<p><a id="Kubah" name="Kubah"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Kubah" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Masjid&amp;action=edit&amp;section=21">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Kubah</span></h3>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width: 202px;"><a class="image" title="Masjid dengan kubah yang besar di Pusat Islam Wina" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Donauinsel_027.jpg"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/0c/Donauinsel_027.jpg/200px-Donauinsel_027.jpg" border="0" alt="" width="200" height="150" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><a class="internal" title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Donauinsel_027.jpg"><img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Masjid dengan kubah yang besar di Pusat Islam <a title="Wina" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wina">Wina</a></div>
</div>
</div>
<p><a title="Permanent Link to Pembuatan Kubah Masjid" rel="bookmark" href="http://cvmicro2000.com/pembuatan-kubah-masjid/"> Kubah masjid </a> juga merupakan salah satu ciri khas dari sebuah masjid. Seiring waktu, kubah diperluas menjadi sama luas dengan tempat ibadah di bawahnya. Walaupun kebanyakan kubah memakai bentuk setengah bulat, masjid-masjid di daerah <a title="India" href="http://id.wikipedia.org/wiki/India">India</a> dan <a title="Pakistan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pakistan">Pakistan</a> memakai kubah berbentuk bawang.<sup id="cite_ref-36" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-36">[37]</a></sup></p>
<p><a id="Tempat_ibadah" name="Tempat_ibadah"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Tempat ibadah" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Masjid&amp;action=edit&amp;section=22">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Tempat ibadah</span></h3>
<p>Tempat ibadah atau ruang shalat, tidak diberikan meja, atau kursi, sehingga memungkinkan para jamaah untuk mengisi <em>shaf</em> atau barisan-barisan yang ada di dalam ruang shalat. Bagian ruang shalat biasanya diberi kaligrafi dari potongan ayat Al-Qur&#8217;an untuk memperlihatkan keindahan agama Islam serta Al-Qur&#8217;an. Ruang shalat mengarah ke arah <a title="Ka'bah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ka%27bah">Ka&#8217;bah</a>, sebagai kiblat umat Islam.<sup id="cite_ref-37" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-37">[38]</a></sup> Di masjid juga terdapat mihrab dan mimbar. <a title="Mihrab" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mihrab">Mihrab</a> adalah tempat imam memimpin shalat, sedangkan <a class="new" title="Mimbar (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mimbar&amp;action=edit&amp;redlink=1">mimbar</a> adalah tempat khatib menyampaikan khutbah.<sup id="cite_ref-38" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-38">[39]</a></sup></p>
<p><a id="Tempat_bersuci" name="Tempat_bersuci"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Tempat bersuci" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Masjid&amp;action=edit&amp;section=23">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Tempat bersuci</span></h3>
<p>Dalam komplek masjid, di dekat ruang shalat, tersedia ruang untuk menyucikan diri, atau biasa disebut tempat wudhu. Di beberapa masjid kecil, kamar mandi digunakan sebagai tempat untuk berwudhu. Sedangkan di masjid tradisional, tempat wudhu biasanya sedikit terpisah dari bangunan masjid.<sup id="cite_ref-mit-handout_32-1" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-mit-handout-32">[33]</a></sup></p>
<p><a id="Fasilitas_lain" name="Fasilitas_lain"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Fasilitas lain" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Masjid&amp;action=edit&amp;section=24">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Fasilitas lain</span></h3>
<p>Masjid modern sebagai pusat kegiatan umat Islam, juga menyediakan fasilitas seperti <a class="new" title="Klinik (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Klinik&amp;action=edit&amp;redlink=1">klinik</a>, <a title="Perpustakaan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perpustakaan">perpustakaan</a>, dan tempat berolahraga.</p>
<p><a id="Aturan_dan_etika" name="Aturan_dan_etika"></a></p>
<h2><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Aturan dan etika" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Masjid&amp;action=edit&amp;section=25">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Aturan dan etika</span></h2>
<p>Masjid sebagai tempat beribadah kaum muslim, merupakan tempat suci. Oleh karena itu, ada peraturan dan etika yang harus dipenuhi ketika berada di masjid.</p>
<p><a id="Imam" name="Imam"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Imam" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Masjid&amp;action=edit&amp;section=26">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Imam</span></h3>
<p>Pemilihan imam sebagai pemimpin shalat sangat dianjurkan, meskipun bukan sebuah kewajiban.<sup id="cite_ref-mawardi112_39-0" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-mawardi112-39">[40]</a></sup> Seorang imam haruslah seorang muslim yang jujur, baik dan paham akan agama <a title="Islam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Islam">Islam</a>.<sup id="cite_ref-mawardi112_39-1" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-mawardi112-39">[40]</a></sup> Sebuah masjid yang dibangun dan dirawat oleh pemerintah, akan dipimpin oleh <a title="Imam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam">Imam</a> yang ditunjuk oleh pemerintah.<sup id="cite_ref-mawardi112_39-2" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-mawardi112-39">[40]</a></sup> Masjid yang tidak dikelola pemerintah, akan memilih imam dengan sistem pemilihan dengan suara terbanyak. Menurut <a title="Mazhab Hanafi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mazhab_Hanafi">Mazhab Hanafi</a>, orang yang membangun masjid layak disebut sebagai imam, walaupun konsep ini tidak diajarkan ke <a title="Mazhab" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mazhab">mazhab</a> lainnya.<sup id="cite_ref-mawardi112_39-3" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-mawardi112-39">[40]</a></sup></p>
<p>Kepemimpinan shalat dibagi dalam tiga jenis, yakni imam untuk shalat lima waktu, imam shalat Jumat dan imam shalat lainnya (seperti shalat khusuf atau jenazah). Semua <a title="Ulama" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ulama">ulama</a> <a title="Islam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Islam">Islam</a> berpendapat bahwa jamaah laki-laki hanya dapat dipimpin oleh seorang imam laki-laki. Bila semua jamaah adalah perempuan, maka baik laki-laki maupun perempuan dapat menjadi imam, asalkan perempuan tidak menjadi imam bagi jamaah laki-laki.<sup id="cite_ref-mawardi112_39-4" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-mawardi112-39">[40]</a></sup></p>
<p><a id="Kebersihan" name="Kebersihan"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Kebersihan" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Masjid&amp;action=edit&amp;section=27">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Kebersihan</span></h3>
<dl>
<dd>
<div id="catmore" class="boilerplate"><a class="image" title="!" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Crystal_Clear_app_xmag.png"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" border="0" alt="!" width="20" height="20" /></a><em>Artikel utama untuk bagian ini adalah: <a title="Wudhu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wudhu">Wudhu</a></em></div>
</dd>
</dl>
<p>Masjid merupakan tempat yang suci,maka jamaah yang datang ke masjid harus dalam keadaan yang suci pula. Sebelum masuk masjid, jamaah harus berwudhu di tempat wudhu yang telah disediakan. Selain itu, jamaah tidak boleh masuk ke masjid dengan menggunakan sepatu atau sandal yang tidak bersih. Jamaah sebisa mungkin harus dalam keadaan rapi, bersih dan tidak dalam keadaan junub. Seorang jamaah dianjurkan untuk <a title="Sikat gigi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sikat_gigi">bersiwak</a> sebelum masuk ke masjid, untuk menghindari bau mulut.<sup id="cite_ref-40" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-40">[41]</a></sup></p>
<p><a id="Pakaian" name="Pakaian"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Pakaian" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Masjid&amp;action=edit&amp;section=28">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Pakaian</span></h3>
<p><a title="Islam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Islam">Agama Islam</a> menganjurkan untuk berpakaian rapi, sopan, dan bersih dalam beribadah. Jamaah laki-laki dianjurkan memakai baju yang longgar dan bersih. Jamaah perempuan diharuskan memakai jubah yang longgar atau memakai hijab. Baik jamaah laki-laki maupun perempuan tidak boleh memakai pakaian yang memperlihatkan <a title="Aurat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aurat">aurat</a>. Kebanyakan umat Islam memakai baju khas <a title="Timur Tengah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Timur_Tengah">Timur Tengah</a> seperti jubah atau hijab.<sup id="cite_ref-teach-islam_12-3" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-teach-islam-12">[13]</a></sup></p>
<p><a id="Konsentrasi" name="Konsentrasi"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Konsentrasi" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Masjid&amp;action=edit&amp;section=29">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Konsentrasi</span></h3>
<p>Masjid sebagai tempat untuk beribadah tidak boleh diganggu ketenangannya. Pembicaraan dengan suara yang keras disekitar masjid yang dapat mengganggu jamaah di masjid dilarang. Selain itu, orang tidak boleh berjalan di depan jamaah yang sedang sholat.<sup id="cite_ref-41" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-41">[42]</a></sup> Para jamaah juga dianjurkan untuk memakai pakaian yang tidak bertulisan maupun berwarna supaya menjaga kekhusyuan shalat.</p>
<p><a id="Pemisahan_gender" name="Pemisahan_gender"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Pemisahan gender" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Masjid&amp;action=edit&amp;section=30">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Pemisahan gender</span></h3>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width: 202px;"><a class="image" title="Masjid Hulhumale di Republik Maladewa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Mosque_of_Hulhumal%C3%A9.jpg"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/d3/Mosque_of_Hulhumal%C3%A9.jpg/200px-Mosque_of_Hulhumal%C3%A9.jpg" border="0" alt="" width="200" height="134" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><a class="internal" title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Mosque_of_Hulhumal%C3%A9.jpg"><img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Masjid Hulhumale di Republik <a title="Maladewa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Maladewa">Maladewa</a></div>
</div>
</div>
<p>Pemisahan antara lelaki dan perempuan di masjid sangat penting, agar tidak menimbulkan syahwat. Posisi jamaah wanita di masjid adalah dibelakang jamaah pria. <a class="mw-redirect" title="Nabi Muhammad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nabi_Muhammad">Nabi Muhammad</a> saw dalam hadisnya: &#8220;Tempat ibadah terbaik bagi perempuan adalah di rumah&#8221;. Bahkan khalifah <a title="Umar bin Khattab" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Umar_bin_Khattab">Umar bin Khattab</a> melarang wanita untuk shalat di masjid.<sup id="cite_ref-42" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-42">[43]</a></sup> Pada beberapa masjid di <a title="Asia Tenggara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asia_Tenggara">Asia Tenggara</a> dan <a title="Asia Selatan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asia_Selatan">Asia Selatan</a>, jamaah perempuan dipisahkan dengan sebuah hijab atau dibedakan lantainya. Sedangkan di <a title="Masjidil Haram" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masjidil_Haram">Masjidil Haram</a>, jamaah perempuan dan anak-anak diberi tempat khusus untuk beribadah.<sup id="cite_ref-43" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-43">[44]</a></sup></p>
<p><a id="Non-muslim_di_masjid" name="Non-muslim_di_masjid"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Non-muslim di masjid" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Masjid&amp;action=edit&amp;section=31">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Non-muslim di masjid</span></h3>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width: 202px;"><a class="image" title="Masjid Schwetzingen di Jerman" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Mosque_of_Schwetzingen_Castle.jpg"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/4d/Mosque_of_Schwetzingen_Castle.jpg/200px-Mosque_of_Schwetzingen_Castle.jpg" border="0" alt="" width="200" height="128" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><a class="internal" title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Mosque_of_Schwetzingen_Castle.jpg"><img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Masjid Schwetzingen di <a title="Jerman" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jerman">Jerman</a></div>
</div>
</div>
<p>Berdasarkan pendapat kebanyakan ulama, penganut selain Islam diperbolehkan untuk masuk ke masjid, selama mereka tidak makan atau tidur didalamnya. Tapi, <a title="Mazhab Maliki" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mazhab_Maliki">Mazhab Maliki</a> memiliki pendapat lain yang melarang penganut selain Islam untuk masuk ke masjid dalam keadaan apapun.<sup id="cite_ref-mawardi112_39-5" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-mawardi112-39">[40]</a></sup></p>
<p>Menurut <a class="mw-redirect" title="Imam Hambali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Hambali">Imam Hambali</a>, penganut agama samawi, seperti <a class="mw-redirect" title="Kristen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kristen">Kristen</a> maupun <a title="Yahudi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yahudi">Yahudi</a> masih diperbolehkan untuk masuk ke <a title="Masjidil Haram" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masjidil_Haram">Masjidil Haram</a>. Tapi, khalifah <a title="Bani Umayyah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bani_Umayyah">Bani Umayyah</a>, <a class="mw-redirect" title="Umar II" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Umar_II">Umar II</a> melarang non-muslim untuk masuk ke daerah <a title="Masjidil Haram" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masjidil_Haram">Masjidil Haram</a> dan kemudian berlaku diseluruh penjuru Arab. Masjid-masjid di <a title="Maroko" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Maroko">Maroko</a> yang menganut <a title="Mazhab Maliki" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mazhab_Maliki">Mazhab Maliki</a> melarang non-muslim untuk masuk ke masjid.<sup id="cite_ref-44" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-44">[45]</a></sup> Di <a title="Amerika Serikat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat">Amerika Serikat</a>, non-muslim diperbolehkan untuk masuk, sebagai sarana untuk pembelajaran Islam.<sup id="cite_ref-45" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-45">[46]</a></sup><sup id="cite_ref-46" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-46">[47]</a></sup></p>
<p>Saat ini, di Saudi Arabia, kota <a class="mw-redirect" title="Makkah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Makkah">Makkah</a> dan <a title="Madinah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Madinah">Madinah</a> hanya diperbolehkan untuk kaum Muslim saja. Sedangkan bagi non-muslim, diarahkan ke kota <a title="Jeddah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jeddah">Jeddah</a>.<sup id="cite_ref-47" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-47">[48]</a></sup></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cvmicro2000.com/masjid/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Masjid &lt; bag 1 &gt;</title>
		<link>http://cvmicro2000.com/masjid-bag-1/</link>
		<comments>http://cvmicro2000.com/masjid-bag-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 08:51:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Faizal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[wawasan islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cvmicro2000.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Masjid atau mesjid adalah rumah tempat ibadah umat Muslim. Masjid artinya tempat sujud, dan mesjid berukuran kecil juga disebut musholla, langgar atau surau. Selain tempat ibadah masjid juga merupakan pusat kehidupan komunitas muslim. Kegiatan - kegiatan perayaan hari besar, diskusi, kajian agama, ceramah dan belajar Al Qur&#8217;an sering dilaksanakan di Masjid. Bahkan dalam sejarah Islam, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Masjid</strong> atau <strong>mesjid</strong> adalah rumah tempat ibadah <a title="Umat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Umat">umat</a> <a title="Muslim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muslim">Muslim</a>. Masjid artinya tempat sujud, dan mesjid berukuran kecil juga disebut <a class="mw-redirect" title="Musholla" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Musholla">musholla</a>, <a class="mw-redirect" title="Langgar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Langgar">langgar</a> atau surau. Selain tempat ibadah masjid juga merupakan pusat kehidupan komunitas muslim. Kegiatan - kegiatan perayaan hari besar, diskusi, kajian agama, ceramah dan belajar Al Qur&#8217;an sering dilaksanakan di Masjid. Bahkan dalam sejarah Islam, masjid turut memegang peranan dalam aktivitas sosial kemasyarakatan hingga kemiliteran.</p>
<h2><span class="mw-headline">Etimologi</span></h2>
<p>Masjid berarti tempat beribadah. Akar kata dari masjid adalah <em>sajada</em> dimana <em>sajada</em> berarti sujud atau tunduk. Kata masjid sendiri berakar dari bahasa Aram. Kata <em>masgid</em> (m-s-g-d) ditemukan dalam sebuah inskripsi dari abad ke 5 Sebelum Masehi. Kata <em>masgid</em> (m-s-g-d) ini berarti &#8220;tiang suci&#8221; atau &#8220;tempat sembahan&#8221;.<sup id="cite_ref-Masdjid1_0-0" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-Masdjid1-0">[1]</a></sup></p>
<p>Kata <em>masjid</em> dalam <a title="Bahasa Inggris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Inggris">bahasa Inggris</a> disebut <em>mosque</em>. Kata <em>mosque</em> ini berasal dari kata <em>mezquita</em><sup id="cite_ref-Masdjid1_0-1" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-Masdjid1-0">[1]</a></sup> dalam <a title="Bahasa Spanyol" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Spanyol">bahasa Spanyol</a>. Sebelum itu, masjid juga disebut &#8220;Moseak&#8221;, &#8220;muskey&#8221; , &#8220;moscey&#8221; , dan &#8220;mos&#8217;key&#8221;. Diduga kata-kata ini mengandung nada yang melecehkan.<sup class="noprint Inline-Template"><span style="white-space: nowrap;" title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan. since November 2007">[<em><a class="mw-redirect" title="Wikipedia:Mengutip sumber" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Mengutip_sumber">rujukan?</a></em>]</span></sup>. Contohnya pada kata <em>mezquita</em> yang diduga berasal dari kata <em>mosquito</em>. Tapi, kata <em>mosque</em> kemudian menjadi populer dan dipakai dalam bahasa Inggris secara luas<sup id="cite_ref-1" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-1">[2]</a></sup>.</p>
<h2><span class="mw-headline">Sejarah</span></h2>
<p>Menara-menara, serta kubah masjid yang besar, seakan menjadi saksi betapa jayanya <a title="Islam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Islam">Islam</a> pada kurun abad pertengahan. Masjid telah melalui serangkaian tahun-tahun terpanjang di sejarah hingga sekarang. Mulai dari <a title="Perang Salib" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Salib">Perang Salib</a> sampai <a class="mw-redirect" title="Perang Teluk" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Teluk">Perang Teluk</a>. Selama lebih dari 1000 tahun pula, arsitektur Masjid perlahan-lahan mulai menyesuaikan bangunan masjid dengan <a title="Arsitektur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Arsitektur">arsitektur</a> modern.</p>
<p><a id="Masjid_pertama" name="Masjid_pertama"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Masjid pertama" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Masjid&amp;action=edit&amp;section=3">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Masjid pertama</span></h3>
<p>Ketika Nabi Muhammad saw tiba di <a title="Madinah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Madinah">Madinah</a>, beliau memutuskan untuk membangun sebuah masjid, yang sekarang dikenal dengan nama <a title="Masjid Nabawi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Nabawi">Masjid Nabawi</a>, yang berarti Masjid Nabi. Masjid Nabawi terletak di pusat <a title="Madinah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Madinah">Madinah</a>. Masjid Nabawi dibangun di sebuah lapangan yang luas. Di Masjid Nabawi, juga terdapat mimbar yang sering dipakai oleh Nabi Muhammad saw<sup id="cite_ref-Masdjid1_0-2" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-Masdjid1-0">[1]</a></sup>. Masjid Nabawi menjadi jantung kota Madinah saat itu. Masjid ini digunakan untuk kegiatan politik, perencanaan kota, menentukan strategi militer, dan untuk mengadakan perjanjian. Bahkan, di area sekitar masjid digunakan sebagai tempat tinggal sementara oleh orang-orang fakir miskin.</p>
<p>Saat ini, <a title="Masjidil Haram" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masjidil_Haram">Masjidil Haram</a>, <a title="Masjid Nabawi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Nabawi">Masjid Nabawi</a> dan <a class="mw-redirect" title="Masjid al-Aqsa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_al-Aqsa">Masjid al-Aqsa</a> adalah tiga masjid tersuci di dunia.<sup id="cite_ref-2" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-2">[3]</a></sup></p>
<p><a id="Penyebaran_masjid" name="Penyebaran_masjid"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Penyebaran masjid" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Masjid&amp;action=edit&amp;section=4">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Penyebaran masjid</span></h3>
<p>Masjid kemudian dibangun di daerah luar Semenanjung <a title="Jazirah Arab" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jazirah_Arab">Arab</a>, seiring dengan kaum <a title="Muslim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muslim">Muslim</a> yang bermukim di luar Jazirah Arab. <a title="Mesir" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesir">Mesir</a> menjadi daerah pertama yang dikuasai oleh kaum <a title="Muslim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muslim">Muslim</a> Arab pada tahun 640. Sejak saat itu, <a class="mw-redirect" title="Ibukota" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ibukota">Ibukota</a> <a title="Mesir" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesir">Mesir</a>, <a title="Kairo" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kairo">Kairo</a> dipenuhi dengan masjid. Maka dari itu, <a title="Kairo" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kairo">Kairo</a> dijuluki sebagai kota seribu menara.<sup id="cite_ref-3" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-3">[4]</a></sup>Beberapa masjid di <a title="Kairo" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kairo">Kairo</a> berfungsi sebagai sekolah Islam atau madrasah bahkan sebagai rumah sakit.<sup id="cite_ref-4" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-4">[5]</a></sup>Masjid di <a title="Sisilia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sisilia">Sisilia</a> dan <a title="Spanyol" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Spanyol">Spanyol</a> tidak menirukan desain arsitektur <a title="Visigoth" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Visigoth">Visigoth</a>, tetapi menirukan arsitektur bangsa <a title="Moor" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Moor">Moor</a>.<sup id="cite_ref-5" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-5">[6]</a></sup>Para ilmuwan kemudian memperkirakan bahwa bentuk bangunan pra-Islam kemudian diubah menjadi bentuk arsitektur Islam ala Andalus dan Magribi, seperti contoh lengkung tapal kuda di pintu-pintu masjid.<sup id="cite_ref-6" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-6">[7]</a></sup></p>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width: 142px;"><a class="image" title="Menara Masjid Raya Xi'an di Xi'an, Cina" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Chinese-style_minaret_of_the_Great_Mosque.jpg"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/08/Chinese-style_minaret_of_the_Great_Mosque.jpg/140px-Chinese-style_minaret_of_the_Great_Mosque.jpg" border="0" alt="" width="140" height="211" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><a class="internal" title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Chinese-style_minaret_of_the_Great_Mosque.jpg"><img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Menara Masjid Raya Xi&#8217;an di Xi&#8217;an, <a title="Cina" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cina">Cina</a></div>
</div>
</div>
<p>Masjid pertama di Cina berdiri pada abad ke 8 Masehi di Xi&#8217;an. <a title="Masjid Raya Xi'an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Raya_Xi%27an">Masjid Raya Xi&#8217;an</a>, yang terakhir kali di rekonstruksi pada abad ke 18 Masehi, mengikuti arsitektur Cina. Masjid di bagian barat <a title="Cina" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cina">Cina</a> seperti di daerah Xinjiang, mengikuti arsitektur Arab, dimana di masjid terdapat kubah dan menara. Sedangkan, di timur <a title="Cina" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cina">Cina</a>, seperti di daerah Beijing, mengandung arsitektur Cina.<sup id="cite_ref-7" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-7">[8]</a></sup></p>
<p>Masjid mulai masuk di daerah India pada abad ke 16 semasa kerajaan <a class="new" title="Mugal (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mugal&amp;action=edit&amp;redlink=1">Mugal</a> berkuasa. Masjid di India mempunyai karakteristik arsitektur masjid yang lain, seperti kubah yang berbentuk seperti bawang. Kubah jenis ini dapat dilihat di Masjid Jama, Delhi.</p>
<div class="thumb tleft">
<div class="thumbinner" style="width: 142px;"><a class="image" title="Masjid Raya Paris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:GD-FR-Paris-Mosqu%C3%A9e012.JPG"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/bd/GD-FR-Paris-Mosqu%C3%A9e012.JPG/140px-GD-FR-Paris-Mosqu%C3%A9e012.JPG" border="0" alt="" width="140" height="187" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><a class="internal" title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:GD-FR-Paris-Mosqu%C3%A9e012.JPG"><img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Masjid Raya <a title="Paris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Paris">Paris</a></div>
</div>
</div>
<p>Masjid pertama kali didirikan di <a title="Kesultanan Utsmaniyah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Utsmaniyah">Kesultanan Utsmaniyah</a> pada abad ke 11 Masehi, dimana pada saat itu orang-orang Turki mulai masuk agama Islam. Beberapa masjid awal di Turki adalah <a class="mw-redirect" title="Aya Sofya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aya_Sofya">Aya Sofya</a>, dimana pada zaman Bizantium, bangunan Aya Sofya merupakan sebuah katedral. <a title="Kesultanan Utsmaniyah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Utsmaniyah">Kesultanan Utsmaniyah</a> memiliki karakteristik arsitektur masjid yang unik, terdiri dari kubah yang besar, menara dan bagian luar gedung yang lapang. Masjid di Kesultanan Usmaniyah biasanya mengkolaborasikan tiang-tiang yang tinggi, jalur-jalur kecil di antara shaf-shaf, dan langit-langit yang tinggi, juga dengan menggabungkan <a title="Mihrab" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mihrab">mihrab</a> dalam satu masjid.<sup id="cite_ref-8" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-8">[9]</a></sup> Sampai saat ini, <a title="Turki" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Turki">Turki</a> merupakan rumah dari masjid yang berciri khas arsitektur Utsmaniyah.</p>
<p>Secara bertahap, masjid masuk ke beberapa bagian di <a title="Eropa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eropa">Eropa</a>. Perkembangan jumlah masjid secara pesat mulai terlihat seabad yang lalu, ketika banyak <a class="mw-redirect" title="Imigran" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imigran">imigran</a> <a title="Muslim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muslim">Muslim</a> yang masuk ke Eropa. Kota-kota besar di <a title="Eropa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eropa">Eropa</a>, seperti <a class="mw-redirect" title="Munich" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Munich">Munich</a>, <a title="London" href="http://id.wikipedia.org/wiki/London">London</a> dan <a title="Paris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Paris">Paris</a> memilki masjid yang besar dengan kubah dan menara. Masjid ini biasanya terletak di daerah urban sebagai pusat komunitas dan kegiatan sosial untuk para muslim di daerah tersebut. Walaupun begitu, seseorang dapat menemukan sebuah masjid di Eropa apabila di sekitar daerah tersebut ditinggali oleh kaum Muslim dalam jumlah yang cukup banyak.<sup id="cite_ref-saudi-arm_9-0" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-saudi-arm-9">[10]</a></sup> Masjid pertama kali muncul di <a title="Amerika Serikat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat">Amerika Serikat</a> pada awal abad ke 20. Masjid yang pertama didirikan di <a title="Amerika Serikat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat">Amerika Serikat</a> adalah di daerah <a class="new" title="Cedar Rapids (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Cedar_Rapids&amp;action=edit&amp;redlink=1">Cedar Rapids</a>, <a title="Iowa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Iowa">Iowa</a> yang dibangun pada kurun akhir 1920an. Bagaimanapun, semakin banyak imigran Muslim yang datang ke <a title="Amerika Serikat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat">Amerika Serikat</a>, terutama dari <a title="Asia Selatan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asia_Selatan">Asia Selatan</a>, jumlah masjid di <a title="Amerika Serikat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat">Amerika Serikat</a> bertambah secara drastis. Dimana jumlah masjid pada waktu 1950 sekitar 2% dari jumlah masjid di <a title="Amerika Serikat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat">Amerika Serikat</a>, pada tahun 1980, 50% jumlah masjid di <a title="Amerika Serikat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat">Amerika Serikat</a> didirikan.<sup id="cite_ref-mosquesinamerica_10-0" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-mosquesinamerica-10">[11]</a></sup></p>
<p><a id="Perubahan_tempat_ibadah_menjadi_masjid" name="Perubahan_tempat_ibadah_menjadi_masjid"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Perubahan tempat ibadah menjadi masjid" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Masjid&amp;action=edit&amp;section=5">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Perubahan tempat ibadah menjadi masjid</span></h3>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width: 182px;"><a class="image" title="Masjid Umayyah di Damaskus, Suriah, dahulu merupakan gereja Bizantium" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Omayyad_mosque.jpg"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/9f/Omayyad_mosque.jpg/180px-Omayyad_mosque.jpg" border="0" alt="" width="180" height="135" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><a class="internal" title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Omayyad_mosque.jpg"><img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Masjid Umayyah di <a title="Damaskus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Damaskus">Damaskus</a>, <a title="Suriah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suriah">Suriah</a>, dahulu merupakan gereja Bizantium</div>
</div>
</div>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width: 182px;"><a class="image" title="Masjid Ayasofya, dahulu merupakan gereja" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Aya_sofya.jpg"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/4a/Aya_sofya.jpg/180px-Aya_sofya.jpg" border="0" alt="" width="180" height="121" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><a class="internal" title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Aya_sofya.jpg"><img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Masjid Ayasofya, dahulu merupakan gereja</p></div>
</div>
</div>
<p>Menurut <a class="mw-redirect" title="Sejarawan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarawan">sejarawan</a> <a title="Muslim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muslim">Muslim</a>, sebuah kota yang ditaklukkan tanpa perlawanan dari penduduknya, maka pasukan <a title="Muslim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muslim">Muslim</a> memperbolehkan penduduk untuk tetap mempergunakan <a title="Gereja" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gereja">gereja</a> dan <a class="mw-redirect" title="Sinagog" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sinagog">sinagog</a> mereka. Tapi, ada beberapa gereja dan sinagog yang beralih fungsi menjadi sebuah masjid dengan persetujuan dari tokoh agama setempat. Misal pada perubahan fungsi Masjid Umayyah, dimana khalifah <a title="Bani Umayyah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bani_Umayyah">Bani Umayyah</a>, Abdul Malik mengambil gereja Santo Yohannes pada tahun 705 dari Umat <a class="mw-redirect" title="Kristen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kristen">Kristiani</a>. <a title="Kesultanan Utsmaniyah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Utsmaniyah">Kesultanan Utsmaniyah</a> juga melakukan alih fungsi terhadap beberapa gereja, biara dan kapel di <a title="Istanbul" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Istanbul">Istanbul</a>, termasuk gereja terbesar <a class="mw-redirect" title="Ayasofya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ayasofya">Ayasofya</a> yang dirubah menjadi masjid, setelah kejatuhan kota <a title="Konstantinopel" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Konstantinopel">Konstantinopel</a> pada tahun 1453 oleh <a title="Muhammad II" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad_II">Muhammad al-Fatih</a>. Beberapa masjid lainnya juga didirikan di daerah suci milik <a title="Yahudi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yahudi">Yahudi</a> dan <a class="mw-redirect" title="Kristen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kristen">Kristen</a>, seperti di <a title="Yerusalem" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yerusalem">Yerusalem</a>.<sup id="cite_ref-Masdjid1_0-3" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-Masdjid1-0">[1]</a></sup> Penguasa Muslim di India juga membangun masjid hanya untuk memenuhi tugas mereka di bidang agama.</p>
<p>Sebaliknya, masjid juga dialih fungsikan menjadi tempat ibadah yang lain, seperti <a title="Gereja" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gereja">gereja</a>. Hal ini dilakukan oleh umat <a class="mw-redirect" title="Kristen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kristen">Kristiani</a> di <a title="Spanyol" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Spanyol">Spanyol</a> yang merubah fungsi masjid di selatan <a title="Spanyol" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Spanyol">Spanyol</a> menjadi <a title="Katedral" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Katedral">katedral</a>, mengikuti keruntuhan kekuasaan Bani Umayyah di <a title="Al-Andalus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Al-Andalus">selatan Spanyol</a>.<sup id="cite_ref-11" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid#cite_note-11">[12]</a></sup>Masjid Agung Kordoba sekarang dialih fungsikan menjadi sebuah gereja. Beberapa masjid di kawasan <a class="mw-redirect" title="Semenanjung Iberia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Semenanjung_Iberia">Semenanjung Iberia</a>, <a title="Eropa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eropa">Eropa Selatan</a> dan <a title="India" href="http://id.wikipedia.org/wiki/India">India</a> juga dialih fungsikan menjadi gereja atau pura setelah kekuasaan Islam tidak berkuasa lagi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cvmicro2000.com/masjid-bag-1/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Arsitektur Islam</title>
		<link>http://cvmicro2000.com/arsitektur-islam/</link>
		<comments>http://cvmicro2000.com/arsitektur-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2009 08:42:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Faizal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[wawasan islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cvmicro2000.com/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[Arsitektur Islam berkembang sangat luas baik itu di bangunan sekular maupun di bangunan keagamaan yang keduanya terus berkembang sampai saat ini. Arsitektur juga telah turut membantu membentuk peradaban Islam yang kaya. Bangunan-bangunan yang sangat berpengaruh dalam perkembangan arsitektur Islam adalah mesjid, kuburan, istana dan benteng yang kesemuanya memiliki pengaruh yang sangat luas ke bangunan lainnya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Arsitektur Islam</strong> berkembang sangat luas baik itu di bangunan <a class="mw-redirect" title="Sekular" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sekular">sekular</a> maupun di bangunan keagamaan yang keduanya terus berkembang sampai saat ini. <a title="Arsitektur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Arsitektur">Arsitektur</a> juga telah turut membantu membentuk <a title="Peradaban" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Peradaban">peradaban</a> <a title="Islam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Islam">Islam</a> yang kaya. Bangunan-bangunan yang sangat berpengaruh dalam perkembangan arsitektur Islam adalah <a class="mw-redirect" title="Mesjid" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid">mesjid</a>, kuburan, <a title="Istana" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Istana">istana</a> dan <a title="Benteng" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Benteng">benteng</a> yang kesemuanya memiliki pengaruh yang sangat luas ke bangunan lainnya, yang kurang signifikan, seperti misalnya bak <a class="new" title="Pemandian umum (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pemandian_umum&amp;action=edit&amp;redlink=1">pemandian umum</a>, <a title="Air mancur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Air_mancur">air mancur</a> dan bangunan domestik lainnya.</p>
<h2><span class="mw-headline">Sejarah</span></h2>
<div class="thumb tleft">
<div class="thumbinner" style="width: 182px;"><a class="image" title="Interior salah satu Mesjid di Edirne" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Selimiye_Mosque,_Dome.jpg"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/31/Selimiye_Mosque%2C_Dome.jpg/180px-Selimiye_Mosque%2C_Dome.jpg" border="0" alt="" width="180" height="120" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><a class="internal" title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Selimiye_Mosque,_Dome.jpg"><img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Interior salah satu Mesjid di <a title="Edirne" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Edirne">Edirne</a></div>
</div>
</div>
<p>Pada tahun 630 M, <a class="mw-redirect" title="Nabi Muhammad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nabi_Muhammad">Nabi Muhammad</a> beserta tentaranya berhasil menaklukkan <a class="mw-redirect" title="Makkah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Makkah">Makkah</a> dari suku <a class="mw-redirect" title="Quraish" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Quraish">Quraish</a>. Pada masa ini bangunan suci <a title="Ka'bah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ka%27bah">Ka&#8217;bah</a> mulai dibangun kembali dan didedikasikan untuk kepentingan agama Islam, rekonstruksi dilaksanakan sebelum Muhammad meninggal pada tahun 632 oleh tukang kayu dari abyssina dengan gayanya sendiri. Bangunan suci ka&#8217;bah inilah yang menjadi cikal bakal dari arsitektur Islam. Dinding dari ka&#8217;bah dihiasi oleh beragam gambar seperti gambar nabi <a title="Isa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Isa">Isa</a>, <a class="mw-redirect" title="Maryam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Maryam">Maryam</a>, <a title="Ibrahim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ibrahim">Ibrahim</a>, <a title="Rasul" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rasul">Rasul</a>, <a title="Malaikat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malaikat">Malaikat</a> dan beberapa pepohonan. Ajaran yang muncul belakangan, terutama berasal dari <a class="mw-redirect" title="Hadis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hadis">hadis</a>, akhirnya melarang penggunaan <a title="Simbol" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Simbol">simbol</a>-simbol yang menggambarkan makhluk hidup terutama <a title="Manusia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia">manusia</a> dan <a class="mw-redirect" title="Binatang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Binatang">binatang</a>. Pada abad ke-7, muslim terus berekspansi dan akhirnya mendapatkan wilayah yang sangat luas. Tiap kali muslim mendapatkan tanah wilayah baru, yang pertama kali mereka pikirkan adalah tempat untuk <a title="Sembahyang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sembahyang">bersembahyang</a>, yaitu mesjid. Perkembangan mesjid di saat-saat awal ini sangat sederhana sekali, bangunan mesjid tidak lain berupa tiruan dari rumah nabi Muhammad, atau terkadang beberapa bangunan diadaptasikan dari bangunan yang telah ada sebelumnya, misalnya <a title="Gereja" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gereja">gereja</a>.</p>
<h2><span class="mw-headline">Pengaruh dan Gaya</span></h2>
<p>Gaya arsitektur Islam yang mencolok baru berkembang setelah kebudayaan muslim memadukannya dengan gaya arsitektur dari <a title="Roma" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Roma">Roma</a>, <a title="Mesir" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesir">Mesir</a>, <a title="Persia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Persia">Persia</a> dan <a title="Byzantium" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Byzantium">Byzantium</a>. Contoh awal yang paling populer misalnya <a class="new" title="Dome of The Rock (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dome_of_The_Rock&amp;action=edit&amp;redlink=1">Dome of The Rock</a> yang diselesaikan pada tahun 691 di <a class="mw-redirect" title="Jerusalem" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jerusalem">Jerusalem</a>. Gaya arsitek yang mencolok dari bangunan ini misalnya ruang tengah yang luas dan terbuka, bangunan yang melingkar, dan penggunaan pola <a title="Kaligrafi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kaligrafi">kaligrafi</a> yang berulang. <a class="new" title="Mesjid Raya Samarra (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mesjid_Raya_Samarra&amp;action=edit&amp;redlink=1">Mesjid Raya Samarra</a> di <a title="Irak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Irak">Irak</a>, selesai pada tahun 847, bangunan berciri khas dengan adanya <a class="new" title="Minaret (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Minaret&amp;action=edit&amp;redlink=1">minaret</a>. Juga mesjid <a title="Hagia Sophia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hagia_Sophia">Hagia Sophia</a> di <a title="Istanbul" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Istanbul">Istanbul</a>, <a title="Turki" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Turki">Turki</a> turut mempengaruhi corak arsitektur Islam. Ketika <a class="new" title="Ustman (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ustman&amp;action=edit&amp;redlink=1">Ustman</a> merebut Istanbul dari kekaisaran Byzantium, mereka mengubah sebuah <a title="Basilika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Basilika">basilika</a> menjadi mesjid (sekarang <a title="Museum" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Museum">museum</a>), yang akhirnya muslim pun mengambil sebagian dari kebudayaan Byzantium kedalam kekayaan peradaban islam, misalnya penggunaan <a title="Kubah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kubah">kubah</a>. Hagia Sophia juga menjadi model untuk pembangunan mesjid-mesjid Islam sselanjutnya selama kekaisaran Ustman, misalnya <a class="new" title="Mesjid Sulaiman (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mesjid_Sulaiman&amp;action=edit&amp;redlink=1">mesjid Sulaiman</a>, dan <a class="new" title="Mesjid Rustem Pasha (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mesjid_Rustem_Pasha&amp;action=edit&amp;redlink=1">mesjid Rustem Pasha</a>. Motif yang mencolok dalam arsitektur Islam hampir selalui mengenai pola yang terus berulang dan berirama, serta <a title="Struktur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Struktur">struktur</a> yang melingkar. Dalam hal pola ini, <a class="mw-redirect" title="Geometri fraktal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Geometri_fraktal">geometri fraktal</a> memegang peranan penting sebagai materi pola dalam, terutama, mesjid dan istana. Pemakaian kubah juga sama pentingnya dalam arsitektur islam, pertama kali muncul dalam Dome of The Rock pada tahun 691 dan muncul kembali sekitar abad ke-17.</p>
<h3 id="siteSub">Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas</h3>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cvmicro2000.com/arsitektur-islam/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Asal usul masjid di jawa</title>
		<link>http://cvmicro2000.com/asal-usul-masjid-di-jawa/</link>
		<comments>http://cvmicro2000.com/asal-usul-masjid-di-jawa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2009 08:36:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Faizal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<category><![CDATA[wawasan masjid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cvmicro2000.com/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[leh Bambang Setia Budi
Pada tahun 1947, peneliti Belanda G.F. Pijper telah menyebutkan bahwa tipe bentuk masjid di Indonesia berasal dari Masjid Jawa. Menurutnya ada enam karakter umum tipe Masjid Jawa itu yakni: 1) berdenah bujur sangkar, 2) lantainya langsung berada pada fundamen yang masif atau tidak memiliki kolong lantai sebagaimana rumah-rumah vernakular Indonesia atau tempat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 130%;">leh Bambang Setia Budi</p>
<p>Pada tahun 1947, peneliti Belanda G.F. Pijper telah menyebutkan bahwa tipe bentuk masjid di Indonesia berasal dari Masjid Jawa. Menurutnya ada enam karakter umum tipe Masjid Jawa itu yakni: 1) berdenah bujur sangkar, 2) lantainya langsung berada pada fundamen yang masif atau tidak memiliki kolong lantai sebagaimana rumah-rumah vernakular Indonesia atau tempat ibadah berukuran kecil seperti langgar (Jawa), tajug (Sunda), dan bale (Banten), 3) memiliki atap tumpang dari dua hingga lima tumpukan yang mengerucut ke satu titik di puncaknya, 4) mempunyai ruang tambahan pada sebelah barat atau baratlaut untuk mihrab, 5) mempunyai beranda baik pada sebelah depan (timur) atau samping yang biasa disebut <span style="font-style: italic;">surambi</span> atau <span style="font-style: italic;">siambi</span> (Jawa) atau <span style="font-style: italic;">tepas </span>masjid (Sunda), dan 6) memiliki ruang terbuka yang mengitari masjid yang dikelilingi pagar pembatas dengan satu pintu masuknya di bagian muka sebelah timur.</p>
<p>Beberapa ilmuwan lainnya juga telah mendiskripsikan karakteristik Masjid Jawa ini. Gambaran secara umum terlihat hampir sama, hanya terdapat perbedaan dari cara mengungkapkan atau cara pandang masing-masing. Yang jelas, ciri bentuk Masjid Jawa seperti itu sejatinya sangat unik dan menunjukkan perbedaan yang sangat mencolok jika dibanding dengan bentuk-bentuk arsitektur masjid di berbagai belahan dunia lainnya.</p>
<p>Pernyataan Pijper bahwa tipe bentuk masjid di Indonesia berasal dari Masjid Jawa tadi tampaknya juga diikuti oleh hampir semua kalangan termasuk para ilmuwan atau akademisi hingga sekarang. Bahkan ada pula yang menyebutkan bahwa pengaruh bentuk arsitektur Masjid Jawa ini bukan hanya pada tipe masjid di Indonesia, namun hingga masjid-masjid di seluruh Asia Tenggara, antara lain Malaysia, Thailand (Patani), dan Philipina (Mindanau).</p>
<p>Hal ini dinyatakan juga dalam tulisan tentang masjid berjudul South-East Asia oleh akademisi dari Australia Hugh O`neill (1994) dalam buku <em>The Mosque History Architectural Development and Regional Diversity</em>, yang diedit oleh Martin Frishman dan Hasan Uddin Khan. Di sana ditulis &#8220;<em>From whichever direction elucidation of the genesis of its form is sought, the South-East Asian Mosque lies within the strong Java-centred tradition of tall, multi-roofed, open halls with timber columns as structural supports</em>&#8221; (lihat hal. 227).</p>
<p>Sampai pada titik ini banyak kalangan tampak berpandangan sama. Namun ketika dihadapkan pada pertanyaan dari mana sebenarnya asal-usul bentuk Masjid Jawa yang unik dan khas ini? Tampaknya perbedaan dan perdebatan yang rumit tak terelakkan hingga saat ini. Berikut akan saya jelaskan rangkuman silang pendapat tentang asal-usul Masjid Jawa dari para <em>scholars</em> itu, lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.</p>
<p>***</p>
<p>Pendapat yang paling awal datang dari seorang ilmuwan Belanda bernama K. Hidding di tahun 1933 dalam tulisannya berjudul <em>Het bergemotief in eenige godsdienstige verschinjnselen op Java</em>. Di sini, ia menggagas kemungkinan kaitan antara bentuk atap yang tinggi menjulang pada masjid dengan bentuk gunung yang disucikan. Asumsi Hidding ini juga mendapat dukungan sejarahwan terkenal Belanda H.J. de Graff dalam tulisannya: &#8220;<em>De Oorsprong der Javaanse Moskee</em>&#8221; di tahun 1947-1948. Bahkan di sini Graff menegaskan bahwa bentuk atap masjid seperti itu memang diturunkan dari bentuk gunung, karena ia merupakan suatu bentuk yang suci dan sakral dalam tradisi Hindu-Jawa pada waktu itu.</p>
<p>Sementara peneliti lainnya bernama J.P. Rouffer mencoba mengargumentasikan pandangan religius bahwa Masjid Jawa muncul dari sebuah bangunan Budha yang disebut dalam Negara Kertagama karangan Mpu Prapanca (keluaran H. Kern, 1919, hal. 254; Graff, 1947-1948, hal. 290). Spekulasi Rouffer ini mungkin memang dilengkapi berbagai argumen religi, namun tampak sama sekali tidak mempertimbangkan segi fisik bangunan sehingga dasar hipotesisnya lemah.</p>
<p>Baik Hidding maupun Rouffer, jelas tidak mempertimbangkan aspek fisik khususnya teknik dan konstruksi bangunan, mereka hanya menginterpretasikan bentuk umum dikaitkan dengan pandangan religi. Padahal semua pandangan dan interpretasi metafisik saja tidaklah cukup untuk menjelaskan keterkaitan segi-segi fisik/arsitektural sebuah bangunan. Selain kurang rasional, pandangan seperti ini juga sering <em>absurd</em>, sehingga tidak mudah untuk diterima begitu saja oleh banyak kalangan khususnya sejarahwan arsitek.</p>
<p>Di tahun 1935, seorang arkeolog Belanda bernama W.F. Stutterheim dalam bukunya berjudul <em>Leerboek der Indische cultuuregeschiedenis</em>, Vol. 3, <em>De Islam en zijnkomst in den archipel</em>, menyebutkan bahwa Masjid Jawa itu diturunkan dari bentuk bangunan besar komunitas, yang ia sebut sebagai <em>hanenklopbaan</em> seperti kalau di Bali disebut <em>wantilan</em> (tempat sabung ayam) yang kini masih bisa ditemukan. Sayangnya teori ini tidak didukung dengan argumen lebih lanjut.</p>
<p>Pandangan yang disertai argumen cukup meyakinkan mungkin dari Pijper dalam makalahnya berjudul <em>The Minaret in Java</em> di tahun 1947. Setelah menyebut karakteristik Masjid Jawa, ia juga menyimpulkan bahwa bentuk itu tidak mungkin berasal dari struktur luar yang dibawa ke negeri ini melalui para pendakwah dari luar negeri. Ia yakin bahwa ada suatu bentuk lokal dan asli yang diadaptasikan sesuai kebutuhannya hingga menjadi bentuk bangunan ibadah. Argumennya yakni denah bujur sangkar sudah sangat lazim digunakan pada struktur-struktur seni bangunan Hindu-Jawa seperti Candi, dan tidaklah sulit untuk mendapatkan contoh struktur lantai dinaikkan dengan fundamen masif seperti itu. Selain itu, atap yang bertumpuk dan mengerucut pada satu titik seperti itu juga sangat jelas mengidentifikasikan orisinalitas dari bangunan pra-Islam, misalnya bentuk meru. Bahkan ia berpandangan bahwa atap tumpuk lima Masjid Agung Banten maupun pada lukisan tua Masjid Japara di abad ke-17 adalah kelangsungan dari meru.</p>
<p>Sejarahwan H.J. de Graff menolak pandangan ini. Bahkan secara jelas menentang khususnya teori Stutterheim dalam dua makalah yang dipublikasikannya: 1) tahun1947-1948 berjudul <em>De Oorsprong der Javaanse Moskee</em>, Indonesia 1 (hal.289-307), 2) tahun 1963 berjudul <em>The Origin of the Javanese Mosque</em>, dalam <em>Journal of Southeast Asia History</em> (hal. 1-5). Ia menolak jika bangunan Masjid Jawa berasal dari wantilan atau <em>fighting-cock-court</em> itu. Alasan pertama, bangunan itu adalah profan, jadi tidak mungkin bagi Muslim yang baik mau beribadah dalam bangunan profan seperti itu. Kedua, bangunan itu tidak bertingkat, dan ketiga, bangunan semacam itu hanya ada di Bali yang tidak mungkin bisa memberi pengaruh ke seluruh Indonesia. Ia pun kemudian menyarankan untuk mengaitkan Masjid Jawa dengan bangunan kayu yang ada di India khususnya masjid di Malabar, alasannya batu nisan yang pernah ditemukan di Gresik juga berasal dari India (Gujarat). Selain itu, Masjid Kashmir dari kayu juga perlu dipertimbangkan.</p>
<p>Anjuran untuk merujuk ke bangunan luar (India) dari Graff ditolak oleh arkeologIndonesia Sutjipto Wirjosuparto di tahun 1962-1963 dengan alasan bahwa meskipun atapnya sama (tumpang) namun denah masjid di Malabar itu persegi panjang dantidak dikelilingi oleh air. Ia lalu mengemukakan pandangannya bahwa asal-usul Masjid Jawa itu dari bangunan pendopo di Jawa. Argumennya bahwa denahnya bujursangkar, jika ditambah dinding luar keliling sudah mirip ruangan masjid. Bahkan jika ditambah ruang mihrab di sisi arah kiblat sudah persis sama dengan masjid. Sementara untuk alasan atap tumpang, ia merujuk pada atap bangunan joglo.</p>
<p>Pandangan Wirjosuparto ini masih perlu penjelasan lebih lanjut, sebab nama pendopo sendiri berasal dari bahasa Sanskrit <em>Mandhapa</em> yang erat kaitannya dengan satu bagian pada candi Hindu India. Bahkan sulit juga menjelaskan bahwa filosofi bangunan pendopo bagaimanapun adalah bangunan tambahan. Sementara kalau menjadi masjid, ia bangunan terpenting. Selain itu, hipotesa joglo, juga meragukan. Memang benar atapnya tumpang, tetapi bukan berbentuk piramidal yang menuju pada satu titik di puncaknya.</p>
<p>Yang terakhir, adalah hipotesis dari ilmuwan Perancis Claude Guillot pada tahun1985 dalam artikelnya berjudul <em>La Symbolique de la Mosquee Javanaise</em> (archipel 30, Paris). Ia menyimpulkan bahwa arsitektur Masjid Jawa dipengaruhi secara kuat arsitektur batu di India dan arsitektur kayu di China. Sementara untuk atap tumpuknya diturunkan dari atap cungkup? kuburan Islam di Jawa. Pertanyaannya adalah lebih dulu yang mana apakah masjid atau cungkup? Apalagi dalam tradisi bahwa atap cungkup jarang yang tumpuk kecuali cungkup Sunan Giri.</p>
<p>***</p>
<p>Dari semua itu, tampak bahwa jalan masih panjang untuk sampai pada teori yangpaling meyakinkan tentang asal-usul Masjid Jawa ini. Semua masih memerlukan bukti-bukti yang lebih kongkrit lagi baik bukti arkeologis, sejarah, atau argumentasi dari sudut pandang arsitektur. Meskipun sampai di sini, yangmungkin paling prospektif untuk ditelusuri adalah pandangan yang menyebutkan bahwa Masjid Jawa berasal dari bangunan lokal yang diadaptasikan tadi. Memang masih belum jelas dari bangunan apa karena perlu bukti-bukti lebih lanjut, apakah itu pendopo, atau wantilan atau yang lainnya. Untuk mendapatkan teori yang lengkap tampaknya perlu kerja keras para peneliti dari berbagai bidang ilmu sedikitnya gabungan dari sejarahwan, arkeolog dan arsitek. <em>WaLlahu alam bishawwab</em>.</p>
<p>****</p>
<p><strong>Bambang Setia Budi</strong>, Peneliti arsitektur Masjid Nusantara, Staf Pengajar Departemen Arsitektur ITB</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cvmicro2000.com/asal-usul-masjid-di-jawa/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>tentang kubah masjid</title>
		<link>http://cvmicro2000.com/tentang-kubah-masjid/</link>
		<comments>http://cvmicro2000.com/tentang-kubah-masjid/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Jun 2009 08:30:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Faizal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[wawasan kubah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cvmicro2000.com/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[Ada e-mail pertanyaan spt berikut ini. Sengaja saya publish juga di sini barangkali akan menjadi lebih bermanfaat atau menjadi bahan diskusi lebih lanjut.
Tanya:
Saya bekerja sebagai reporter di&#8230;&#8230;&#8230; (dihapus). Berhubung saya hendak menulis artikel mengenai masjid, ada beberapa hal yang hendak saya tanyakan kepada Bapak sebagai narasumber untuk artikel yang akan saya tulis itu. Rencananya saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 130%;">Ada e-mail pertanyaan spt berikut ini. Sengaja saya publish juga di sini barangkali akan menjadi lebih bermanfaat atau menjadi bahan diskusi lebih lanjut.</span></p>
<p><span style="font-size: 130%;">Tanya:</span></p>
<p><span style="font-size: 130%;">Saya bekerja sebagai reporter di&#8230;&#8230;&#8230; (dihapus). Berhubung saya hendak menulis artikel mengenai masjid, ada beberapa hal yang hendak saya tanyakan kepada Bapak sebagai narasumber untuk artikel yang akan saya tulis itu. Rencananya saya juga hendak menjadikan keterangan dalam cd masjid 2000 yang pernah Bapak susun sebagai referensi penulisan. Untuk memperkuat keterangan, ada beberapa pertanyaan yang saya ajukan pada Bapak, sbb:</span></p>
<p><span style="font-size: 130%;"><span style="font-style: italic;">1. Mengenai kubah Masjid. Mengapa atap masjid umumnya berbentuk kubah? Apakah ada preseden atau aturan tertentunya? Desain kubah yang umum digunakan di</span> <span style="font-style: italic;">masjid seperti apa dan, jika mungkin, ada berapa macam (varisasi) kubah masjid?</span></span></p>
<p><span style="font-size: 130%;">Jawab:</span></p>
<p><span style="font-size: 130%;">Langsung saja ya,</span></p>
<p><span style="font-size: 130%;">Ajaran Islam tidak membawa secara langsung tradisi budaya fisik, dengan kata lain agama ini tidak pernah mengajarkan secara kongkrit tata bentuk arsitektur/lingkungan binaan harus seperti ini atau seperti itu. Pilihan-pilihan fisiknya lebih diserahkan nanti pada akal-budi manusia Muslim itu sendiri, untuk menghasilkan yang terbaik, paling optimal, paling efektif, paling bermanfaat, dan lain sebagainya. Dalam konteks arsitektur/lingkungan binaan, justru di situlah universalitas dalam sisi spiritualnya, yang menjadikannya mampu bertemu dan berdialog dengan beragam lokalitas di semua tempat dan zaman.</span></p>
<p><span style="font-size: 130%;">Pada perkembangan awal, masjid jelas tidak menggunakan bentuk kubah sebagai ciri atau simbol seperti yang telah difahami oleh sebagian besar masyarakat umum saat ini. Masjid Nabi di Madinah ketika dulu dibangun pada masal awal juga sama sekali tidak ada unsur kubah itu (lihat rekonstruksi prof. Cresswell).</span></p>
<p><span style="font-size: 130%;">Atap Kubah awalnya diduga berasal dari bangunan Bizantium dan Persia, yang merupakan jenis atap berbentuk bulat atau setengah bulatan yang berfungsi untuk menutup bangunan dasar berbentuk segi empat, bundar atau bersegi banyak. Ketika Islam menyebar dan berinteraksi dengan budaya dan peradaban lain, tampaknya Islam tidak segan-segan untuk mengambil pilihan-pilihan bentuk yang sudah ada itu, termasuk teknik dan cara membangun yang memang sudah dimiliki oleh masyarakat setempat tersebut.</span></p>
<p><span style="font-size: 130%;">Pengambilan bentuk kubah diprediksi awalnya diambil semata-mata tuntutan fungsional yakni adanya keinginan untuk membentuk struktur bentang lebar pada ruang masjid. Namun karena bentuk ini ternyata banyak dipakai pada bangunan masjid di kemudian hari, pada perkembangan selanjutnya, tampaknya ia telah dipersepsi sebagai ciri dan simbol masjid oleh masyarakat di mana pun berada, termasuk di Indonesia. Padahal untuk masjid-masjid di Indonesia, selama hampir 5 abad, tidak pernah menggunakan unsur kubah ini sebagai atapnya. Atap kubah baru masuk ke Indonesia akhir abad ke-19, bahkan di Jawa, atap kubah pada masjid ini baru digunakan pada pertengahan abad ke-20 seperti Masjid Syuhada di Yogyakarta.</span></p>
<p><span style="font-size: 130%;">Di masjid-masjid seluruh dunia bentuk kubah sudah sangat beragam terutama menyangkut proporsi. Perbedaan ini di antaranya karena regionalitas. Untuk menyebut variasi harus diberi batasan, sampai wilayah mana, dlsb. Secara umum, kubah-kubah ini paling banyak di pakai di wilayah Iran dan Asia Tengah, Anatolia (Turki dan sekitarnya) dengan kubah yang besar dan banyak, lalu juga di India subkontinen. Sementara di Tanah Arab sendiri, wilayah Afrika, dan Eropa, termasuk Asia relatif sangat jarang menggunakannya kecuali pada masjid-masjid yang baru/modern.</span></p>
<p><span style="font-size: 130%;">Tanya:</span></p>
<p><span style="font-size: 130%;"><span style="font-style: italic;">2. Mengenai interior masjid, bagaimana gambaran umum interior sebuah masjid? Ruang-ruang apa saja yang ada di dalamnya, tatanan ruangnya, serta dekorasi yang diperbolehkan dalam masjid yang seperti apa.</span></span></p>
<p><span style="font-size: 130%;">Jawab:</span></p>
<p><span style="font-size: 130%;">Untuk interior masjid ini, bisa dijelaskan dari unsur-unsur yang biasa ada di dalam sebuah ruang/bangunan masjid. Mungkin saya bisa bedakan menjadi dua, yakni unsur yang sifatnya &#8220;generik&#8221; dan tambahan. Yang &#8220;generik&#8221; ini maksudnya unsur atau elemen yang selalu ada di masjid dimana pun karena ini memang ada tuntutannya <em>syar`i</em>-nya. Sementara yang tambahan adalah yang tidak selalu ada dan tergantung pada kondisi atau tradisi di wilayah masing-masing.</span></p>
<p><span style="font-size: 130%;">Yang selalu dan mesti ada itu menurut saya adalah ruang sholat itu sendiri, dinding kiblat dan mimbar. Ruang sholat sudah tentu mesti ada dimanapun karena masjid adalah tempat/ruang untuk sholat. Dinding kiblat ini juga sangat penting untuk memberi arah/orientasi sholat agar menghadap kiblat. Rasulullah SAW selalu memberi batas sujud ketika beliau sholat di ruang terbuka. Ini menandai arah kiblat dan sekaligus batas sujud. Sementara mimbar (sekaligus tempat duduknya dengan 3 buah anak tangga), telah beberapa diungkap dalam hadits bahwa mimbarnya terbuat dari kayu pada saat itu. Ada kisah yang menarik yakni ketika mimbar kayu yang biasa dipakai beliau SAW untuk berkhutbah ini hendak diganti, kata beliau SAW bahwa ia (sang mimbar) menangis, dan diceritakanlah hal ini kepada para sahabatnya.</span></p>
<p><span style="font-size: 130%;">Kalau mengikuti rekonstruksi masjid Nabi dari Prof. Cresswell, sebenarnya selain ruang shalat ada lagi tempat/ruang yang disebut sebagai <em>Suffa</em>, ruang ini biasa dipakai untuk berteduh, belajar mengajar (tempat Rasulullah SAW memberikan pengajaran), dan bahkan disebutkan juga untuk tidur dan berkumpul para <span style="font-style: italic;">homeless </span>(orang miskin). Ini bisa dimengerti karena masjid Nabi SAW memang tidak pakai atap, kecuali di daerah <em>Suffa</em> ini, yakni ruangan dengan penutup atap yang terkenal dari pelepah daun kurma.</span></p>
<p><span style="font-size: 130%;">Yang lainnya, saya kira semua adalah tambahan karena adanya kebutuhan-kebutuhan baru atau tradisi masyarakat setempat; seperti menara, <span style="font-style: italic;">maqsura</span>, <span style="font-style: italic;">dikka</span>, kolam wudhu, air mancur, pendopo dll. Khusus untuk Mihrab - di mana terdapat cukup banyak artikel perdebatan mengenai elemen ini - saya lebih cenderung memasukkan sebagai ruang tambahan juga, meskipun hampir semua masjid kini menggunakan mihrab bahkan menjadi ruang terpenting. Karena orisinalnya, mihrab tidak ada pada Masjid Nabi SAW, dan tidak (belum) saya temukan hadits Rasulullah SAW menceritakan soal <em>mihrab </em>ini. Hanya pada perkembangan lanjutlah ruangan ini menjadi ada dan bahkan telah seakan menjadi bagian paling penting di dalam interior masjid.</span></p>
<p><span style="font-size: 130%;">Satu lagi untuk dekorasi, sebaiknya tidak berlebihan yang justru bisa mengganggu kekhusyukan shalat itu sendiri. Ada pendapat yang menentang keras upaya menghiasi ruangan dalam masjid, namun tidak sedikit dari masyarakat yang menghiasnya dengan berlebihan. Nah kalau saya cenderung mengambil pilihan tengah di antara keduanya. Telah banyak fatwa para ulama tentang hal ini. Salah satunya silahkan bisa dilihat pendapat Ust. Dr. Yusuf Al-Qaradhawi tentang ini. <span style="font-style: italic;">Wallahualam.</span></span></p>
<p>dikutip dari http://bambangsb.blogspot.com/2006/06/tentang-kubah-1.html</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cvmicro2000.com/tentang-kubah-masjid/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>MASJID SALMAN ITB, TONGGAK ARSITEKTUR MASJID KONTEMPORER DI INDONESIA</title>
		<link>http://cvmicro2000.com/masjid-salman-itb-tonggak-arsitektur-masjid-kontemporer-di-indonesia/</link>
		<comments>http://cvmicro2000.com/masjid-salman-itb-tonggak-arsitektur-masjid-kontemporer-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 08:23:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Faizal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Masjid Bersejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cvmicro2000.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[MASJID SALMAN ITB, TONGGAK ARSITEKTUR MASJID KONTEMPORER DI INDONESIA oleh Bambang Setia Budi
Bangunan masjid ini layak disebut sebagai satu tonggak arsitektur masjid paling penting bagi pembaruan bangunan masjid-masjid di Indonesia. Tonggak itu dapat dilihat pada upaya pembebasan diri dari tradisi dengan ditinggalkannya (hampir) secara total penggunaan idiom-idiom klasik seperti atap tumpang/tajuk pada masjid-tradisional atau kubah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MASJID SALMAN ITB, TONGGAK ARSITEKTUR MASJID KONTEMPORER DI INDONESIA <span style="font-size: 130%;">oleh Bambang Setia Budi</p>
<p>Bangunan masjid ini layak disebut sebagai satu tonggak arsitektur masjid paling penting bagi pembaruan bangunan masjid-masjid d</span><span style="font-size: 130%;">i Indonesia. Tonggak itu </span><span style="font-size: 130%;">dapat dilihat pada upaya pembebasan diri dari tradisi dengan ditinggalkannya (hampir) secara total penggunaan idiom-idiom klasik seperti atap tumpang/tajuk pada masjid-tradisional atau kubah yang sering dianggap sebagai idiom universal dari masjid.</span><span style="font-size: 130%;"></p>
<p></span><a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3812/1573/1600/salman1-a.0.png" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3812/1573/320/salman1-a.0.png" border="0" alt="" /></a></p>
<p><span style="font-size: 130%;"><strong> <span style="font-family: Arial; color: black;" lang="SV">Masjid Salman ITB</span></strong><span style="font-family: Arial; color: black;" lang="SV"> – Menjadi satu tonggak paling penting arsitektur masjid kontemporer di Indonesia karena totalitasnya dalam upaya pembebasan dari tradisi. (Foto: Bambang Setia Budi)</span></span></p>
<p><span style="font-size: 130%;"><br />
Sebutan mas</span><span style="font-size: 130%;">jid kontemporer, atau bisa juga modernistik/kiwari merujuk pada r</span><span style="font-size: 130%;">ancangan bangunan masjid yang berupaya membebaskan diri dari tradisi, atau paling tidak mere-interpretasi atas bahasa/ungkapan arsitektur yang telah ada/sudah lazim ser</span><span style="font-size: 130%;">ta berkembang sebelumnya. Wacana desain arsitektur masjid modern oleh para perancang/arsitek masjid saat ini, memang sudah semestinya dilakukan dengan mere-interpretasi ungkapan-ungkapan lama atau bahkan pembebasan tradisi dalam makna pembaruan yang terus menerus.<br />
</span><br />
<span style="font-size: 130%;">Masjid Sal</span><span style="font-size: 130%;">man yang dirancang pada tahun 1964 oleh Achmad Noe`man ini, tampaknya </span><span style="font-size: 130%;">telah mampu memecahkan kesunyian penciptaan karya arsitektur masjid-masjid di Indonesia selama hampir lebih dari lima setengah abad. Di sinilah letak monumentalitasnya, artinya karakteristik dan perwujudan dari gagasan bentuk dan ekspr</span><span style="font-size: 130%;">esi arsitekturalnya, jelas telah merombak pola-pola lama dalam perwujudan bentuk dan ekspresi masjid-masjid di Indonesia yang telah ada sebelumnya.</span><br />
<span style="font-size: 130%;"><br />
Gagasan-gag</span><span style="font-size: 130%;">asan totalitas dalam pembebasan tradisi tersebut, termasuk dalam </span><span style="font-size: 130%;">pengambilan pilihan material, teknik dan teknologi membangun masjid pada saat itu, tampaknya menjadi `sangat konstekstual` jika dilihat dari keberadaannya sebagai masjid kampus yang sudah sewajarnya penuh dinamika dan sumber pembaharuan. Jelaslah, ia telah hadir secara tepat dalam konteks ruang dan waktunya.<br />
</span><br />
<span style="font-size: 130%;">Bahkan na</span><span style="font-size: 130%;">ma Salman itu sendiri - yang diberikan oleh Soekarno sebagai salah seorang sarjana lulusan Teknik Sipil ITB dan merupakan presiden RI pada waktu itu - cocok dengan bangunan masjid dan bagi lingkungan kampusnya, Institut Teknologi Bandung. Nama Salman merujuk pada seorang teknokrat brilian sahabat Nabi asal Persia Salman Al-Farisi yang mengusulkan gagasan menggali tanah pada perang khandaq (parit) sehingga menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam menahan serangan musuh pada waktu itu.<br />
</span><br />
<span style="font-size: 130%;">***</span><br />
<span style="font-size: 130%;"><br />
Faktor penting dalam gagasan pembaruan tradisi berarsitektur, bisa saja lahir dari suatu pemikiran atau pandangan baru yang mendasar dan diyakini secara mendalam pada diri perancang kemudian diterapkan dengan kaidah-kaid</span><span style="font-size: 130%;">ah baru sesuai keyakinannya. Pada konteks ini, tentu yang dimaksud adalah gagasan baru yang berkaitan dengan arsitektur Islam pada umumnya dan arsitektur masjid khususnya. Jika ditelaah lebih jauh, maka pemikiran modern memang sangat terlihat dalam beberapa tuli</span><span style="font-size: 130%;">san maupun pernyataan arsiteknya.<br />
</span><br />
<span style="font-size: 130%;">Satu hal dari pemikiran sang arsitek yang paling mendasari perwujudan bangunan itu adalah penentangannya terhadap sikap `<span style="font-style: italic;">taqlid</span>` (imitasi) yakni menerima tanpa dimengerti dalam segala persoalan. Terlebih imitasi dalam dunia desain/arsitektur, tentu sesuatu yang sangat tidak dibenarkan, sehingga pintu ijtihad untuk menghasilkan gagasan-gagasan baru harus selalu dibuka lebar-lebar. Arsitek harus selalu berijtihad dengan ilmu pengetahuan untuk menghasilkan karya-karya yang `<span style="font-style: italic;">excellent</span>`, kreatif dan inovatif sehingga menjadi karya budaya </span><span style="font-size: 130%;">yang bermanfaat bagi diri sendiri</span><span style="font-size: 130%;"> dan umat.<br />
</span><br />
<span style="font-size: 130%;">Menurutnya, tidak ada yang disebut sebagai arsitektur Islam sepanjang suatu ide atau karya tidak mengikuti secara ketat disiplin ilmu arsitektur. Sebab tidak ada satu aturan pun di dalam Al-Qur`an maupun hadits Nabi yang mengharuskan bentuk dan ekspresi bangunan harus mengikuti sesuatu. Terlebih jika mengikuti tuntunan hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari: “<span style="font-style: italic;">Dan apabila suatu itu merupakan urusan duniamu, maka engkaulah yang lebih mengetahuinya</span> (berhak menentukannya)”, maka muncullah keyakinan bahwa para desainer-lah ya</span><span style="font-size: 130%;">ng paling berhak mene</span><span style="font-size: 130%;">ntukan dan menterjemahkannya ke dalam perancangan tanpa harus terikat pada pemikiran-pemikiran tradisi dan budaya sebelumnya.</p>
<p>Pandangan t</span><span style="font-size: 130%;">erhadap ungkapan-ungkapan arsitektural dari landasan-landasan kelaziman maupun tradisi, jelas telah bergeser kepada interpretasi individual yang bebas. Ini yang menyebabkan gagasan bentuk dan ekspresi masjid tersebut jauh meninggalkan tradisi perwujudan masjid-masjid sebelumnya di Indonesia. Dari sinilah latar kehadiran sebuah karya arsitektur ma</span><span style="font-size: 130%;">sjid Salman dapat dimengerti.</p>
<p>Yang paling</span><span style="font-size: 130%;"> monumental pada masjid ini sehingga kehadirannya begitu mencolok yang membedakan dengan yang lainnya adalah pada penampilan bentuk atap masjidnya. Pada saat sebagian besar atap masjid-masjid di Indonesia lainnya berbentuk atap tumpang, kubah, atau kombinasi dari keduanya, maka masjid ini didesain dengan menggunakan atap datar yang setiap ujung atapnya berbentuk melengkung hin</span><span style="font-size: 130%;">gga menyerupai sebuah mangkok terbuka.</p>
<p></span><a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3812/1573/1600/salman2-a.0.png" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3812/1573/320/salman2-a.0.png" border="0" alt="" /></a></p>
<p class="NormalText" style="margin: 5pt 0in; text-align: justify;"><span style="font-size: 130%;"><strong> <span style="font-family: Arial; color: black;" lang="SV"><br />
</span></strong></span></p>
<p class="NormalText" style="margin: 5pt 0in; text-align: justify;"><span style="font-size: 130%;"><strong><span style="font-family: Arial; color: black;" lang="SV">Eksterior </span></strong><span style="font-family: Arial; color: black;" lang="SV"> – Ungkapan bentuk dan ekspresi bangunannya (terutama atap), jelas tidak mudah untuk dipahami oleh masyarakat umum sebagai bangunan masjid (Foto: Bambang Setia Budi)</span></span></p>
<p><span style="font-size: 130%;">Gagasan ben</span><span style="font-size: 130%;">tuk dan ekspresi atap seperti itulah yang paling memperlihatkan orisinalitas</span><span style="font-size: 130%;">nya karena ketiadaan contoh dan rujukan sejarah pada atap bangunan masjid di Indonesia. Ia juga telah mampu menegaskan kembali orientasi yang benar (kiblat), sehingga tidak lagi terjadi dualisme dengan arah vertikal sebagaimana ekspresi atap masjid-masjid di Nusantara sebelumnya.</p>
<p>Menurut sang arsitek, bentuk atap beton yang menggunakan balok beton prestressed dalam grid dua arah yang membentang 25 meter tersebut diinspirasikan dari bentuk negatif atap bangunan Aula Timur – yang menjadi ciri khas atap-atap bangunan k</span><span style="font-size: 130%;">ampus ITB – di seberang jalan. Lengkungan atap sebenarnya bukan sekadar mengejar ekspresi bentuk semata, tetapi juga berfungsi sebagai talang besar bagi aliran air dari atap datarnya.</p>
<p>Dengan menggunakan balok beton prestressed untuk solusi struktur bentang lebar ini, maka dip</span><span style="font-size: 130%;">erolehlah ruang shalat yang luas namun bebas kolom yang selalu menjadi salah satu ciri penting masjid rancangan Achmad Noe`man. Masjid inilah yang telah menjadi masjid pertama dalam peng</span><span style="font-size: 130%;">gunaan teknik dan teknologi seperti itu di Indonesia. Hal tersebut bisa terjadi tentu karena kemajuan teknologi yang memungkinkannya.</p>
<p>Namun, bentuk dan ekspresi seperti itu tampaknya telah menimbulkan keragaman berbagai interpretasi bagi banyak pengamat seperti sebagai abstraksi bentuk telapak tangan yang sedang `berdoa` yang menengadah ke atas atau sebuah `mangkok` bagi ilmu, berkah dan rizki. Dan jika dihubungkan dengan menaranya, bentuk ini bisa juga diinterpretasikan sebagai bentuk huru</span><span style="font-size: 130%;">f `ba` yang mengawali kata `<span style="font-style: italic;">bait</span>` artinya rumah, sedangkan menara `menhir`-nya sebagai huruf alif yang mengawali kata `Allah`, sehingga secara keseluruhan berarti `<span style="font-style: italic;">bait Allah</span>` atau rumah Allah.<br />
</span><br />
<span style="font-size: 130%;">Yang jelas b</span><span style="font-size: 130%;">aha</span><span style="font-size: 130%;">sa atap ini tidak serta merta mudah dipahami oleh sebagian besar masyarakat di Indonesia sebagai bangunan masjid jika dilihat dari eksteriornya. Maka adanya menara di sebelah ujung bagian timur ruang terbuka masjid telah membantu masyarakat mengenalinya sebagai masjid. Elemen menara yang berbentu</span><span style="font-size: 130%;">k menhir dan didesain serasi dengan bentuk masjidnya tersebut memang akhirnya menjadi satu-satunya penanda fisik dari sisi luar bahwa bangunan tersebut adalah masjid. Menara itu juga berfungsi untuk memperluas jangkauan suara adzan dan menjadi landmark kawasan Masjid Salman.</p>
<p></span><br />
<a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3812/1573/1600/1_06jabar_35e.0.gif" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3812/1573/320/1_06jabar_35e.0.gif" border="0" alt="" /></a></p>
<p><strong> <span style="font-family: Arial; color: black;" lang="SV"></p>
<p><span style="font-size: 130%;">Mihrab</span></span></strong><span style="font-size: 130%;"><span style="font-family: Arial; color: black;" lang="SV"> – Ruangan mihrab yang dibentuk oleh dinding lengkung dengan tekstur dinding      kasar (<em>beton brut</em>). Di atasnya digantung kotak hitam sebagai miniatur      ka`bah sebagai aksentuasi (Foto: Indra Yudha).</span></span></p>
<p><span style="font-size: 130%;"><br />
***</p>
<p>Meski atapnya datar, rancangan masjid ini tetap dianggap cukup berhasil dan tanggap terh</span><span style="font-size: 130%;">adap iklim tropis, terutama ditunjukkan dengan detail-detail talang air hujan, pengg</span><span style="font-size: 130%;">unaan ventilasi silang yang sangat baik dan adanya koridor yang lebar baik di samping kanan, kiri, maupun sebelah timur ruang utama shalat. Koridor-koridor tersebut telah berfungsi menjadi pengganti `overstek` dan sebagai ruang transisi dari ruang luar ke ruang dalam masjid.<br />
</span><br />
<span style="font-size: 130%;">Yang menarik dari transisi ini adalah timbulnya kejutan ruang yang dinamis akibat adanya ruang koridor timur yang didesain dengan ketinggian rendah - karena adanya mezanin sebagai tempat shalat wanita – dengan skala monumental yang dirasakan ketika mulai memasuki ruang shalat utama.</p>
<p>Selain kejutan ruang itu, suasana di dalam ruang shalat utama yang berbentuk persegi itu me</span><span style="font-size: 130%;">mang sangat berbeda jika dibandingkan dengan di luar bangunan. Di saat bangunan luar berkesan berat dan dingin karena dari beton, suasana di dalam ruang shalat terasa sangat hangat, akrab dan nyaman karena didominasi pemakaian material kayu jati ekspos baik pada lantai, dinding, dan plafon serta efek lampu temaram yang secara dramatis keluar dari balik persembunyiannya.<br />
</span><br />
<span style="font-size: 130%;"><a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3812/1573/1600/1_14jabar_03.0.gif" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3812/1573/320/1_14jabar_03.0.gif" border="0" alt="" /></a><br />
</span></p>
<p class="NormalText" style="margin: 5pt 0in; text-align: justify;"><span style="font-size: 130%;"><strong> <span style="font-family: Arial; color: black;" lang="SV">Lampu Tersembunyi</span></strong><span style="font-family: Arial; color: black;" lang="SV"> – Efek cahaya lampu yang dramatis keluar dari celah-celah pertemuan kayu menambah hangat suasana ruangan masjid (Foto: Indra Yudha).</span></span></p>
<p><span style="font-size: 130%;"><br />
</span><span style="font-size: 130%;">Karakteris</span><span style="font-size: 130%;">ti</span><span style="font-size: 130%;">k lainnya yang tak kalah penting dari rancangan masjid kontemporer ini adalah kuat</span><span style="font-size: 130%;">nya pengaruh modernisme atau langgam `<span style="font-style: italic;">The International Style</span>` pada berbagai perw</span><span style="font-size: 130%;">ujudan fisiknya. Hal ini bisa dilihat pada penggunaan bentuk-bentuk kubikal/volumetrik, simplisitas/minimalis, fungsionalisme, prinsip kejujuran material dan struktur, penekanan pada detail-detail dan tanpa ornamen.</p>
<p>Pemisahan antara elemen kolom dengan dinding, permainan <span style="font-style: italic;">solid-void</span>, dan detail-detail peralihan bahan sangat jelas memperlihatkan prinsip-prinsip kejujuran material maupun strukturnya. Sedangkan gagasan volumetrik, bentuk-bentuk lengkung, `<span style="font-style: italic;">sculptural effect</span>` dan bahkan penggunaan beton brut pada mihrab, telah secara khusus mengingatkan pada idiom-idiom `<span style="font-style: italic;">Corbuesque</span>` sebagaimana yang tercermin pada bangunan Chapel <span style="font-style: italic;">Notre-Dome-du Haut</span> di Ronchamp, Perancis karya monumental sang maestro Arsitektur Modern Le Corbusier.</p>
<p>****</p>
<p>Published @Kompas, 5 Januari 2003<br />
Catatan: artikel ini mendapatkan penghargaan </span><span style="font-size: 130%;">dari KIMPRASWIL di Jakarta </span><span style="font-size: 130%;">sebagai artikel favorit yang telah terpublikasi tentang bangunan tahun 2003.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cvmicro2000.com/masjid-salman-itb-tonggak-arsitektur-masjid-kontemporer-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kubah Shakhrah</title>
		<link>http://cvmicro2000.com/kubah-shakhrah/</link>
		<comments>http://cvmicro2000.com/kubah-shakhrah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 May 2009 08:21:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Faizal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Masjid Bersejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cvmicro2000.com/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[Kubah Shakhrah adalah tempat suci Islam dan marka tanah utama yang terletak di tengah-tengah di dalam tembok kompleks Al-Haram asy-Syarif, kompleks ini sendiri berada dalam tembok Kota Lama Yerusalem (Yerusalem Timur). Kubah Shakhrah ini selesai didirikan tahun 691, menjadikannya bangunan Islam tertua yang masih ada di dunia.[1]
Kubah Shakhrah bukanlah sebuah masjid, sebaliknya, merupakan sebuah kompleks [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kubah Shakhrah adalah tempat suci Islam dan marka tanah utama yang terletak di tengah-tengah di dalam tembok kompleks Al-Haram asy-Syarif, kompleks ini sendiri berada dalam tembok Kota Lama Yerusalem (Yerusalem Timur). Kubah Shakhrah ini selesai didirikan tahun 691, menjadikannya bangunan Islam tertua yang masih ada di dunia.[1]</p>
<p>Kubah Shakhrah bukanlah sebuah masjid, sebaliknya, merupakan sebuah kompleks yang terdapatnya sebuah batu besar yang dikatakan tempat Nabi Muhammad berdiri ketika peristiwa Isra dan Mi&#8217;raj. Qubbat As-Sakhrah terletak di Baitulmuqaddis di kawasan Al-Haram asy-Syarif. Qubbat As-Sakhrah bukanlah Masjid Al-Aqsa karena Masjid Al-Aqsa<br />
terletak tidak jauh daripada bangunan ini. Qubbat Al-Sakhrah seringkali disalahartikan sebagai Masjid Omar yang merupakan tempat Saidina Umar Al-Khatab bershalat ketika tiba di Baitulmuqaddis.</p>
<p>sejarah :<br />
Kubah Shakhrah dibangun antara tahun 687 hingga tahun 691 oleh Khalifah Abdul Malik bin Marwan, khalifah Ummaiyyah. Sejarah Qubbat Al-Sakhrah telah melewati berbagai zaman, yaitu zaman Islam, zaman Perang Salib, zaman Mandat Britania dan zaman pendudukan Israel.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cvmicro2000.com/kubah-shakhrah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kubah dari ensiklopedia</title>
		<link>http://cvmicro2000.com/kubah-dari-ensiklopedia/</link>
		<comments>http://cvmicro2000.com/kubah-dari-ensiklopedia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 May 2009 08:16:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Faizal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[wawasan kubah]]></category>

		<category><![CDATA[Kubah Masjid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cvmicro2000.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[Kubah merupakan salah satu unsur arsitektur yang selalu digunakan. Ia berbentuk seperti separuh bola, atau seperti kerucut yang permukaannya melengkung keluar. Terdapat juga bentuk &#8216;kubah piring&#8217; (karena puncak yang rendah dan dasar yang besar) dan &#8216;kubah bawang&#8217; (karena hampir menyerupai bentuk bawang).
Biasanya kubah masjid akan diletakkan di tempat tertinggi di atas bangunan (sebagai atap). Ia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Permanent Link to Pembuatan Kubah Masjid" rel="bookmark" href="http://cvmicro2000.com/pembuatan-kubah-masjid/">Kubah </a>merupakan salah satu unsur arsitektur yang selalu digunakan. Ia berbentuk seperti separuh bola, atau seperti kerucut yang permukaannya melengkung keluar. Terdapat juga bentuk &#8216;kubah piring&#8217; (karena puncak yang rendah dan dasar yang besar) dan &#8216;kubah bawang&#8217; (karena hampir menyerupai bentuk bawang).</p>
<p>Biasanya <a title="Permanent Link to Pembuatan Kubah Masjid" rel="bookmark" href="http://cvmicro2000.com/pembuatan-kubah-masjid/">kubah masjid </a>akan diletakkan di tempat tertinggi di atas bangunan (sebagai atap). Ia diletakkan di atas rangka bangunan petak dengan menggunakan singgah kubah (pendentive).</p>
<p>Kubah dapat dianggap seperti suatu gerbang yang diputarkan pada rangka penyangganya. Ini bermakna kubah mempunyai kekuatan struktur yang besar. Sama seperti jembatan gerbang tertekan, kubah dapat dibuat dari batu bata dan beton saja, bergantung kepada daya tekanan dan geseran. Namun, kubah modern biasanya dibuat menggunakan aloi aluminium, keluli atau konkrit diperkuat sebagai rangka dan dipadatkan dengan kepingan alumunium, tembaga, polikarbonat ataupun cermin sesuai keperluan.</p>
<p>Jika dilihat dari dalam, kubah yang berbentuk hemisfer kelihatan lebih menarik, tapi perlu lebih tinggi untuk kelihatan menarik dari luar. Jadi sebagian kubah, contohnya gereja St. Peter dibangun dari dua kubah sedangkan gereja St Paul dibangun dari tiga kubah.<br />
Kubah Al-Aqsa, Al-Quds</p>
<p>Banyak masjid di dunia kini juga mempunyai kubah, termasuk di Indonesia. Tradisi ini berasal dari daerah Anatolia.</p>
<p>Beberapa stadion tertutup hari ini juga mempunyai kubah, terutama di negara yang mempunyai iklim empat musim. Stadion pertama seperti ini ialah &#8220;Astrodome&#8221; di Houston, Texas, AS. Contoh ternama lain ialah &#8220;SkyDome&#8221; di Toronto, Ontario, Kanada, stadion kubah pertama dengan atap yang dapat dibuka.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cvmicro2000.com/kubah-dari-ensiklopedia/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
